Praya (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) tengah merancang untuk menjadikan lahan Sirkuit Lantan, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng sebagai arena berkuda dan panahan skala nasional. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemkab Loteng akan menggandeng pihak ketiga. Keberadaan arena berkuda dan panahan tersebut diharapkan bisa membuat kawasan tersebut lebih berkembang.
Rencana itu disampaikan Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., saat menutup Festival Lembaga Senin Qasidah Indoesia (LASQI) Nusantara Jaya tingkat kabupaten, di Alun-alun Kota Praya, Sabtu (3/10) malam. Bupati mengungkapkan, pengembangan pusat arena berkuda dan panahan di Desa Lantan tersebut menjadi satu dari beberapa rencana pembangunan di Loteng dalam beberapa tahun ke depan.
Pembangunan lainnya di Loteng yatu rencana pembangunan Kodam serta Batalyon Infranteri Tentara pembangunan (Yon TP) yang direncanakan dibangun di Desa Rembitan serta Mangkung.
Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.,M.T., menambahkan, lokasi pembangunan arena berkuda dan memanah tersebut direncanakan di lahan Sirkuit Lantan. Namun, tidak semua lahannya akan digunakan. Hanya sebagian saja yang akan dipakai.
Namun demikian, ia menegaskan kalau rencana tersebut baru perencanaan awal. Pemerintah daerah masih harus melakukan kajian dan perencanaan terlebih dahulu. Supaya rencana pembangunan fasilitas tersebut bisa lebih matang. Dan, dalam hal ini pemerintah daerah akan menggandeng pihak ketiga.
Pembicaraan dengan pihak ketiga sudah dimulai dengan difasilitas pengurus Pengurus Olahraga berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). “Rencana pengembangan lahan Sirkuit Lantan sebagai arena berkuda dan panahan sedang kita persiapkan,” ujarnya.
Dipilihnya Desa Lantan sebagai lokasi pembangunan arena berkuda dan panahan tersebut didasari beberapa pertimbangan. Selain keberadaan lahan yang sudah tersedia, kondisi iklim, alam serta lingkungan Desa Lantan juga dinilai sangat cocok untuk dikembangkan jadi arena berkuda dan panahan.
Bahkan nantinya, tidak hanya arena berkuda dan panahan saja yang akan dibangun. Namun juga fasilitas turunan dan pendukung lainnya. Mulai dari fasilitas penginapan hingga istal bagi kuda.
“Di Kawasan The Mandalika rencananya akan ada fasilitas serupa bertaraf internasional. Kita imbangi dengan membangun di Desa Lantan,” imbuhnya.
Olahraga berkuda dan memanah sendiri saat ini sudah mulai digemari oleh masyarakat. Peluang itulah yang coba ditangkap. Selain memberikan wadah bagi masyarakat dalam menyalurkan hobi berkuda dan memanah, keberadaan fasilitas tersebut nantinya bisa turut mendukung perkembangan sektor pariwisata di Loteng. (kir)


