BerandaBerandaGubernur Iqbal : RSUD Provinsi NTB Harus Jadi "Benchmark" Rumah Sakit Daerah

Gubernur Iqbal : RSUD Provinsi NTB Harus Jadi “Benchmark” Rumah Sakit Daerah

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen membenahi tata kelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Sebagai rumah sakit rujukan utama, fasilitas kesehatan ini ditargetkan menjadi tolok ukur (benchmark) bagi rumah sakit daerah kabupaten dan kota di seluruh NTB.

Hal itu ditegaskan Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Survei Akreditasi RSUD Provinsi NTB oleh Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) di Mataram, Rabu (30/9/2026).

Iqbal menjelaskan, pembenahan sistem pemerintahan dimulai dengan memperkuat institusi utama sebelum mendorong penguatan pada unit-unit pendukung. Menurut dia, kualitas pelayanan di tingkat provinsi akan menentukan standar pelayanan kesehatan di tingkat kabupaten dan kota.

“Semakin tinggi standar RSUD Provinsi, semakin tinggi pula standar yang dapat kita dorong pada rumah sakit di kabupaten dan kota,” ujar Iqbal.

Iqbal menekankan bahwa perbaikan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi mencakup seluruh ekosistem rumah sakit. Hal itu mencakup pengawasan, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan pegawai, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana.

Ia meminta seluruh jajaran terbuka menyampaikan kondisi riil agar proses akreditasi menjadi dasar evaluasi secara berkesinambungan. Selain itu, rumah sakit dituntut adaptif terhadap teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) agar mampu bertransformasi menjadi learning institution.

Ketua Surveior LAM-KPRS RSUD Provinsi NTB Mansyur Arif menyampaikan, proses survei tidak bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan sistem mutu dan keselamatan pasien berjalan konsisten.

Penilaian meliputi evaluasi dokumen, observasi pelayanan di lapangan, wawancara, hingga pengukuran pengalaman pasien (patient experience). Menurut Mansyur, mutu pelayanan rumah sakit ditentukan oleh kolaborasi antarprofesi dan budaya organisasi yang solid.

“Akreditasi bukanlah tentang seberapa baik rumah sakit mempersiapkan diri menghadapi survei, tetapi bagaimana standar tetap dijalankan dengan baik ketika survei telah selesai,” kata Mansyur.(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI