Mataram (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB bersama dengan Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) urunan bayar persiapan tenaga medis dan alat kesehatan untuk MotoGP Mandalika. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan tenaga dan alat kesehatan selama perhelatan MotoGP sekitar Rp3,6 miliar.
Dari nilai tersebut, Pemprov NTB akan mengalokasikan sekitar Rp2,3 miliar khusus untuk kebutuhan ring satu atau yang ada dalam lintasan sirkuit. Sisanya, sekitar Rp1,3 miliar akan dibiayai oleh ITDC untuk kebutuhan di ring dua yang ada di luar lintasan sirkuit.
Direktur RSUD NTB, Asrul Sani, mengatakan anggaran senilai Rp2,3 miliar yang dialokasikan Pemprov NTB untuk membiayai seluruh kebutuhan pada ring satu. Seperti honor tenaga kesehatan, sewa alat kesehatan, konsumsi, hingga penginapan nakes selama perhelatan MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung selama tiga hari.
“Sekitar 343 tenaga medis, 44 alat medis, dan dua helikopter, dan ada ambulans,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.
Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan kebutuhan medis MotoGP sejak beberapa bulan lalu. RSUD melakukan perekrutan ratusan tenaga medis yang akan berjaga pada saat event MotoGP berlangsung sekitar bulan Mei lalu.
Adapun dari 343 tenaga medis yang akan turun ke lapangan pada saat MotoGP berlangsung. Dengan rincian 170 tenaga medis berada di sekitar sirkuit. 145 nakes di luar area lintasan, dan 28 nakes disiapkan untuk berjaga-jaga di rumah sakit.
Disiapkan juga sembilan dokter spesialis, di antaranya spesialis bedah, spesialis anestesi, spesialis radiologi, dan sebagainya. Ada juga dokter dari luar daerah seperti Jakarta dan Jawa Timur.
“Jadi sistemnya itu sebelum rekrut tenaga kita melaksanakan Medical Emergency Academy. Nah, itu dari seluruh Indonesia bisa mendapat. Yang lulus akademi itu kita akan tugaskan. Sehingga setiap tahun itu berubah tenaganya,” bebernya.
Pemprov juga menyiapkan dua unit helikopter, 14 unit ambulans yang ditempatkan di sekitar sirkuit, dan 28 unit ambulans ditempatkan di luar sirkuit. Disiapkan juga 14 tenda kesehatan yang berada di luar lintasan, 6 ruangan darurat di beberapa fasilitas kesehatan seperti RS Mandalika dan RSUD NTB, serta 22 posko pelayanan kesehatan di sekitar sirkuit.
Menjelang H-dua pekan MotoGP Mandalika, kesiapan akan pengadaan tenaga dan alat kesehatan telah mencapai 95 persen. Dalam waktu dekat, Pemprov NTB juga akan melakukan simulasi pada tanggal 6-8 Oktober 2026. “Lima persennya itu kita akan melakukan simulasi nanti,” ucapnya.
Pada simulasi nanti, ratusan tenaga medis akan dikerahkan langsung ke sekitar lintasan sirkuit untuk mengantisipasi apabila terjadi crash pembalap. Dilakukan juga simulasi di ring dua atau sekitar penonton sebagai bentuk antisipasi apabila ditemukan adanya penonton mengalami masalah kesehatan. “Jadi kita siap juga di situ,” katanya.
Selain itu, disiapkan juga rumah sakit sebagai rujukan untuk pembalap dan penonton MotoGP. Di RSUD NTB atau ring satu dikhususkan untuk para pembalap yang mengalami kecelakaan dalam lintasan. Sementara RSUD Mandalika dikhususkan untuk rujukan ring 3 dan ring 4. (era)


