Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, mencatat hingga bulan September seluas 186,53 hektar terdampak kekeringan di Kecamatan Lape dan Plampang. Sementara, 45,1 hektar tanaman padi dipastikan gagal panen puso.
“Lahan yang dinyatakan puso diduga karena langgar pola tanam, kami juga sudah menyiapkan pola untuk membantu petani di musim tanam berikutnya dengan memberikan pupuk yang menjadi barang bukti di Kejaksaan,” kata Kabid Perlindungan Tanaman dan Pengembangan Usaha pada Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Rusmini kepada Suara NTB, Senin (21/9).
Secara detail disampaikan, seluas 28,05 hektar tanaman padi mengalami kerusakan berat, 25 hektar kekeringan sedang dan 70,8 hektar ringan. Ia mengatakan khusus mengalami kerusakan berat, pihaknya bersama dengan BPP berupaya mencari sumber air untuk bisa dimanfaatkan demi menyelamatkan padi tersebut.
Rusmini menambahkan, potensi gagal panen juga terjadi pada tanaman jagung seluas 10 hektar di Kecamatan Lape. Akan tetapi, ia bersyukur 29 hektar tanaman jagung berhasil diselamatkan dan tetapi akan dilakukan pemantauan secara intensif.
“Jagung juga ada yang puso meskipun hanya sedikit. Kami juga akan tetap melakukan pemantauan terhadap lahan yang sebelumnya terdampak untuk memastikan tidak mengarah ke puso,” jelasnya.
Berdasarkan data lanjutnya, total luas tanam untuk padi di kecamatan Lape yang terdampak kekeringan ada sekitar 87 hektar dan jagung 39 hektar. Sementara, di Kecamatan Plampang sebanyak 98,9 hektar terdampak kekeringan dan tidak ada satupun lahan jagung yang terdampak.
Tanaman padi maupun jagung yang terancam gagal panen telah disiapkan skema mengganti bibit dan pemberian pupuk kepada petani. Tujuannya agar petani tidak terlalu merugi.
“Kita sudah data lahan yang dipastikan gagal panen tersebut dan dalam waktu dekat kami akan segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan bibit dan pupuk,” ucapnya. (ils)


