BerandaPendidikanCapai Target SMK Mendunia, Dikpora Rancang Sembilan Program

Capai Target SMK Mendunia, Dikpora Rancang Sembilan Program

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB terus mempercepat transformasi pendidikan vokasi melalui program SMK Mendunia. Program ini diarahkan untuk mencetak lulusan SMK yang kompeten, mandiri, adaptif dan memiliki daya saing hingga pasar kerja global.

Kepala Bidang Pembinaan SMK (PSMK) PK-PLK Dikpora NTB, Hasbi mengatakan, pihaknya bersama kepala sekolah telah menyusun sembilan program sebagai pijakan untuk mendorong SMK di NTB semakin kompetitif.

“Kita sudah menyusun sembilan program SMK menuju SMK Mendunia. Program ini kita adopsi untuk memudahkan kita dalam melangkah ke depan. Salah satunya memperkuat program nasional SMK Go Global yang kita turunkan di NTB menjadi SMK Mendunia,” ujarnya.

Sembilan program tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. Di antaranya, penguatan tata kelola,penguatan kelembagaan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),

Kemudian, pembelajaran berbasis produk melalui Project-Based Learning/Teaching (PBL/TEFA), pembelajaran berbasis proyek atau PJBL, penguatan link and match SMK dengan industri, penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK), penguatan sertifikasi profesi dan kompetensi siswa, penguatan literasi serta budaya kerja industri, program kunjungan industri, dan penguatan komunikasi bahasa asing.

Hasbi menjelaskan, penguatan tata kelola menjadi langkah awal untuk memastikan pengelolaan SMK berjalan efektif, profesional dan mampu mendukung peningkatan mutu lulusan.

Sementara penguatan kelembagaan SMK sebagai BLUD diarahkan untuk mendorong kemandirian sekolah. Dengan skema tersebut, potensi yang dimiliki satuan pendidikan dapat dikelola secara lebih produktif dan profesional.

Kemudian melalui pembelajaran berbasis produk PBL/TEFA dan pembelajaran berbasis proyek PJBL, siswa tidak hanya menerima teori di dalam kelas. Mereka didorong terlibat langsung dalam proses menghasilkan produk maupun menyelesaikan proyek sesuai kompetensi keahlian.

Pengembangan SMK Mendunia juga tidak akan menggunakan pola yang sama untuk seluruh daerah. Sebab, masing-masing kabupaten dan kota di NTB,memiliki potensi ekonomi serta keunggulan pendidikan vokasi yang berbeda.

Hasbi menambahkan, sekolah yang berada di pusat kota maupun pedesaan tetap harus mendapatkan akses dan kesempatan pengembangan yang sama. Namun, penguatan kompetensi disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.

 “Setiap kabupaten memiliki keunggulan masing-masing. Ada yang berkaitan dengan kemaritiman, pertanian, pariwisata, perhotelan dan lainnya. Keunggulan ini tidak bisa dibandingkan antara daerah satu dengan daerah lain,” jelasnya.

Ia menerangkan, pengembangan SMK Mendunia akan diarahkan agar tidak menghilangkan karakteristik dan potensi ekonomi lokal. Justru potensi tersebut, menjadi kekuatan untuk menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan daerah sekaligus mampu bersaing lebih luas.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Dikpora NTB terus melakukan koordinasi dan evaluasi bersama kepala sekolah. Program yang disusun saat ini tidak hanya sebatas konsep, tetapi sejumlah kegiatannya sudah mulai berjalan. Selain itu pihaknya menargetkan sembilan program tersebut dapat berjalan lebih maksimal pada 2027.

 “Kita ikhtiarkan tiga sampai lima tahun ke depan. Tahun 2026 ini programnya sudah mulai berjalan, kemudian kita ikhtiarkan langsung ngejos di 2027,” Ujarnya.

Penguatan link and match dengan industri menjadi salah satu bagian penting. SMK didorong membangun hubungan yang lebih erat dengan dunia usaha dan dunia industri,sehingga kompetensi siswa tidak berhenti pada pembelajaran di sekolah.

Begitu juga dengan BKK. Keberadaannya diharapkan semakin optimal menjadi jembatan antara lulusan SMK dengan dunia kerja, termasuk dalam membuka akses informasi dan peluang pekerjaan bagi para lulusan.

Sementara itu, program kunjungan industri akan memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai kondisi dunia kerja. Sedangkan, penguatan komunikasi bahasa asing dipandang penting untuk membuka peluang lulusan menembus pasar kerja di luar daerah bahkan luar negeri.

Dengan sembilan program tersebut, Dikpora NTB ingin pendidikan vokasi tidak sekadar menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. Lebih dari itu, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, kemampuan beradaptasi, pengalaman kerja, sertifikasi, serta kemampuan komunikasi yang mendukung persaingan global.

“Harapan kita bahwa dengan semangat tagline SMK Mendunia akan selaras dengan program presiden SMK go Global dan visi misi NTB Makmur Mendunia, kita ikhtiarkan lulusan SMK di NTB  memiliki daya saing global,” tandasnya. (sib)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI