Mataram (globalfmlombok.com) –
Krisis air bersih di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), mulai membuat pelaku usaha pariwisata resah. Merakapun akan mengadukan hal ini kepada Presiden.
“Insyaallah, kalau sampai besok tidak ada (kepastian), saya akan membuat surat dengan nama IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association). Saya akan bersurat ke Presiden,” kata Ketua IHGMA NTB, sekaligus Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu. Kusnawan, Jumat, 4 September 2026.
Diketahui, pasokan air bersih di Gili Trawangan terganggu. Dampaknya, operasional hotel pun terganggu, sekaligus mengancam citra Gili Trawangan sebagai destinasi wisata internasional.
Lalu Kusnawan, mengatakan pasokan air bersih bermasalah di saat sedang memasuki high season atau tingginya tingkat hunian hotel memasuki musim ramai.
Menurutnya, kondisi ini sebenarnya sudah terjadi sebelumnya, namun pelaku usaha masih dapat menyiasatinya. Persoalan menjadi semakin serius ketika pasokan air benar-benar terhenti sejak Kamis (3/9) sekitar pukul 00.00 WITA.
Pelaku usaha pun mulai mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan air. Sebagian pengusaha mendatangkan air dari daratan (membeli air galon). Ada pula yang memanfaatkan air kolam renang yang kemudian diolah kembali menggunakan filter untuk kebutuhan tertentu.
Kusnawan menegaskan, persoalan air bersih tidak hanya menyangkut kepentingan bisnis hotel, tetapi juga keberlangsungan Gili Trawangan sebagai destinasi wisata internasional. Dari sisi bisnis, menurutnya, gangguan air selama satu jam saja sudah dapat memengaruhi pelayanan hotel. Apalagi jika berlangsung berhari-hari.
Jika persoalan tidak segera mendapatkan kepastian penyelesaian, Kusnawan memastikan pihaknya akan menyampaikan aspirasi secara langsung ke pemerintah pusat.
“Kami akan bersurat ke Presiden,” tegasnya.
Sebelumnya, layanan air bersih di Gili Trawangan, mengalami gangguan serius terjadi karena sistem penyediaan air bersih seawater reverse osmosis (SWRO) masih dalam proses penyesuaian operasional transisional, termasuk aspek teknis, perizinan, dan pengendalian lingkungan.
Manajer Hubungan Langganan PDAM, Abdul Kadir Jaelani, melalui keterangan resmi pada Kamis (3/9/2026), mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, PT TCN, dan instansi terkait tengah melakukan penanganan.
PDAM belum dapat memastikan kapan layanan air bersih akan kembali normal. PDAM mengimbau hotel dan restoran di kawasan Gili Trawangan untuk melakukan penghematan air secara ketat.(bul)


