Mataram (globalfmlombok.com)-
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (BI NTB) menyalurkan bantuan kemanusaian sekaligus membuka layanan penukaran uang rusak bagi masyarakat terdampak musibah kebakaran di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Rabu (26/8/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas bersama Ketua IPEBI Komisariat Mataram Kadek Budi Arsana dan jajaran pejabat BI, yang diterima oleh perangkat dusun setempat, Sanah. Logistik yang disalurkan mencakup bahan pokok (sembako), alas tidur, hingga pakaian layak pakai untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.
Di luar bantuan logistik, hadirnya armada Kas Keliling BI menjadi tumpuan harapan bagi warga yang uang simpanannya ikut hangus. Salah seorang warga Desa Adat Sade, Warman, sempat berniat membuang uang miliknya yang terbakar. Setelah mendapat penjelasan langsung dari Kepala Perwakilan BI NTB terkait regulasi penggantian uang rusak, ia membawa sisa-sisa lembaran rupiah tersebut untuk diidentifikasi.
Dari hasil pengukuran fisik dan verifikasi ketat oleh petugas sesuai ketentuan, Warman berhasil menyelamatkan nominal uang miliknya senilai Rp7.676.000,00.
Hario K. Pamungkas mengingatkan masyarakat bahwa uang kertas tidak layak edar (lusuh, cacat, atau rusak) dapat diganti dengan uang baru selama kondisi fisik yang tersisa lebih dari  dari ukuran aslinya. Untuk uang logam rusak, syarat penggantian minimal tersisa lebih dari  ukuran asli. BI pun mengimbau warga Sade yang masih menyimpan uang terbakar untuk segera mengajukan penukaran.
Harapan Revitalisasi Kawasan
Berdasarkan hasil survei dan verifikasi lapangan, musibah kebakaran tersebut melahap berbagai infrastruktur penting di kawasan cagar budaya tersebut. Deretan bangunan yang rusak meliputi rumah tinggal warga, masjid, berugak (balai pertemuan), lumbung padi tradisional, toko kerajinan (artshop), hingga fasilitas umum lainnya.
Kondisi ini memukul perekonomian warga lokal yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Masyarakat setempat berharap adanya langkah cepat percepatan revitalisasi kawasan adat, khususnya pembangunan kembali hunian dan sarana prasarana yang hancur.
“Sinergi BI bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas,” tutur Hario. Penyaluran bantuan serta penjangkauan Kas Keliling ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga sekaligus mempercepat pemulihan Desa Adat Sade pascabencana.(ris/r)
Â


