BerandaBerandaPemprov NTB Ajukan 167 Ribu Elpiji Jelang Maulid

Pemprov NTB Ajukan 167 Ribu Elpiji Jelang Maulid

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi NTB ajukan 167 ribu tabung elpiji menjelang hari besar keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 25 Agustus mendatang. Pengajuan dilakukan pada tanggal 19 – 21 Agustus, dan 27 – 29 Agustus untuk memastikan stok aman selama Maulid.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, mengatakan dari total ratusan ribu tabung tersebut, 128.378 tabung disalurkan di Pulau Lombok, sisanya atau sekitar 39.407 tabung disalurkan di Pulau Sumbawa.

“Sudah ada surat permohonan dari Hiswana Migas kepada kami, dan kami sudah menindaklanjuti ke pusat,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pengajuan tambahan gas elpiji tidak hanya untuk mengantisipasi maulid nabi, tetapi juga persiapan 17 Agustus 2026 kemarin. Saat ini, katanya proses dropping kuota tambahan sudah mulai berjalan secara bertahap setelah pihaknya bersurat secara resmi kepada Hiswana Migas.

“Kemarin kami sudah koordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina untuk penambahan kuota menghadapi 17 Agustus dan Maulid Nabi. Pada prinsipnya permintaan hampir sama dengan tahun lalu, namun proses dropping-nya disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” katanya.

Menurutnya, tren konsumsi gas melon selalu mengalami lonjakan pada momentum krusial dan hari besar keagamaan. Karena itu, penambahan pasokan difokuskan melebihi batas permintaan normal guna menjamin ketersediaan stok di tengah masyarakat.

Dinas ESDM NTB bersama kabupaten/kota, Pertamina, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga memperketat pengawasan jalur distribusi. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kelangkaan serta perilaku oknum pengecer yang kerap memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga di luar HET (Harga Eceran Tertinggi).

“Rata-rata ada oknum di tingkat pengecer yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga setinggi-tingginya. Kalau dari SPBE, agen, sampai pangkalan pengawasannya jelas. Yang di tingkat pengecer ini perlu langkah antisipasi bersama, salah satunya melalui operasi pasar,” jelasnya.

Samsudin menambahkan, jika kondisi di lapangan terdesak, Satgas khusus bersama instansi terkait siap diterjunkan untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi penimbunan.

“Kami selalu mengantisipasi penggunaan besar LPG di hari-hari besar. Makanya kami sudah bersurat untuk penambahan stok ke Pertamina,” pungkasnya. (era)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI