BerandaBerandaMenhub Temukan Banyak Penumpang KMP Putri Yasmin Diduga Tak Masuk Manifes

Menhub Temukan Banyak Penumpang KMP Putri Yasmin Diduga Tak Masuk Manifes

Giri Menang (globalfmlombok.com)– Data manifes atau daftar penumpang KMP Putri Yasmin diduga berbeda antara yang tercatat dengan setelah evakuasi penumpang pasca-kebakaran pada Rabu (12/8/2026). Data awal menyebut 114 orang penumpang, sementara terdapat penambahan yang diduga belum dilaporkan.

Sedangkan dari hasil evakuasi korban hingga hari Kamis (13/8/2026), terdapat 212 penumpang yang dievakuasi tim Basarnas Gabungan.

Perbedaan data manifes itu pun ditemukan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat berkunjung ke Pelabuhan Lembar pada Rabu (12/8/2026). Menhub menyampaikan bahwa dari laporan manifes awal jumlah penumpang KMP Putri Yasmin sebanyak 114 orang, belum ditambah kru kapal.

“Data ini ada perbedaan. Biasanya ketika mengajukan surat izin berlayar, itu diajukan posisi penumpang yang terdaftar. Antara pelaporan waktu izin dan ketika kapal berlayar itu ada rentang waktu. Harusnya surat izin berlayar kalau ada penambahan penumpang mestinya dilaporkan,” kata Menhub.

Hal ini, kata dia, salah satu yang menjadi evaluasi pihaknya menyusul insiden KMP Putri Yasmin. Dikatakan, surat izin berlayar sudah keluar data manifes tersebut, namun saat berlayar ada penambahan. Hal ini penting agar pihak Basarnas tahu berapa jumlah korban yang dievakuasi. Dan pihak asuransi juga tahu berapa orang yang harus diberikan bantuan.

Menhub pun mengimbau, bagi keluarga penumpang yang ingin mencari tahu anggota keluarganya yang kemungkinan naik di kapal KMP Putri Yasmin bisa mengadukan ke posko yang disediakan di Pelabuhan Lembar atau melalui call center.

“Kami membuka call center untuk layanan bantuan bagi masyarakat. Jadi masyarakat yang merasa ada keluarganya yang ikut dalam pelayaran itu,” ujarnya.

Belum Ada Kesimpulan Penyebab Kebakaran KMP Putri Yasmin

Menhub mengatakan terkait penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin perlu dilihat lagi musababnya. Namun pihaknya menyampaikan bahwa kapal tersebut laik melaut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir.

“Jadi kami belum berani terlalu cepat mengambil kesimpulan terkait penyebab dari kecelakaan ini. Sehingga evaluasi akan kami lakukan setelah kami tahu hasil penyelidikannya dari KNKT,” tegas Menhub.

Ditanya dugaan pemicunya dari sepeda listrik, Menhub menyampaikan hal itu belum bisa diastikan menjadi musababnya. Ia mengimbau agar tidak terburu-buru dalam menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut. “Jadi mohon jangan terburu-buru dulu,”imbuhnya. Yang paling penting saat ini lanjut dia, adalah bagaimana korban telah tertangani dengan baik. (her)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI