Mataram (globalfmlombok.com)-
Hasil penelitian ilmiah mengenai pengembangan pariwisata halal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, didorong agar tidak berhenti sebagai dokumen akademis semata. Untuk dapat diimplementasikan dan memberikan dampak langsung bagi warga, hasil riset tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan penyusunan risalah kebijakan (policy brief).
Dorongan tersebut disampaikan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB saat menghadiri Diseminasi Hasil Penelitian Tahun Pertama bertajuk “Strategi Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Pariwisata Halal: Studi di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat”, Senin (10/8/2026), di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Mataram.
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, yang hadir mewakili Gubernur NTB, menegaskan pentingnya hilirisasi riset menjadi dasar formulasi kebijakan publik. Riset yang dilakukan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ekosistem pariwisata berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.
“Riset merupakan langkah awal dalam menghasilkan inovasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini perlu ditindaklanjuti melalui penyusunan policy brief agar dapat menjadi dasar dalam implementasi kebijakan dan pengembangan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Aryadi.
Aryadi menambahkan, NTB memiliki target untuk menjadi rujukan pariwisata halal kelas dunia yang ditopang oleh kajian ilmiah dan kolaborasi lintas sektor. Potensi alam, kekayaan budaya, serta identitas religius masyarakat Sasak di Lombok merupakan modal dasar yang kuat jika dikelola secara terstruktur.
Guna membangun ekosistem pariwisata halal yang berkelanjutan, fokus pembangunan perlu diarahkan pada penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kapasitas SDM desa wisata, pemanfaatan pemasaran digital, serta kemudahan akses sertifikasi halal bagi pelaku usaha lokal.
Tim periset UIN Walisongo Semarang merumuskan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya pengembangan pariwisata halal berbasis komunitas (community-based halal tourism), penguatan kelembagaan lokal, integrasi tradisi Islam lokal, serta penerapan tata kelola kolaboratif.
Penelitian ini terlaksana atas kerja sama Pusat Pengembangan Masyarakat (Puspenma) Kementerian Agama RI bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Forum diseminasi tersebut turut dihadiri oleh Rektor UNU NTB Baiq Mulianah dan Ketua Tim Periset Prof Misbah Zulfa Elizabeth.
Melalui penyusunan policy brief ini, BRIDA NTB berharap pemetaan hasil riset dapat langsung diterjemahkan menjadi program kerja pemerintah daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi warga pesisir dan lingkar destinasi wisata di NTB.(ris/r)


