BerandaBerandaPameran Uang RINJANI di BI NTB Tampilkan Rekam Jejak Alat Tukar Era...

Pameran Uang RINJANI di BI NTB Tampilkan Rekam Jejak Alat Tukar Era Kerajaan, Kolonial hingga Kemerdekaan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Lembaran demi lembaran mata uang dari masa ke masa terpajang rapi di Gedung Serba Guna Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, Selasa (11/8/2026). Lewat Pameran Uang RINJANI (Rupiah Berjaya Sampai Pelosok Negeri), Bank Indonesia mengajak masyarakat menelusuri lorong waktu rekam jejak sistem pembayaran di Nusantara, mulai dari era kerajaan, zaman kolonial, hingga masa kemerdekaan.

Pameran bersejarah yang dirangkaikan dengan pembukaan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 ini dibuka untuk publik hingga Jumat (14/8/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menyampaikan bahwa Pameran Uang RINJANI diselenggarakan sebagai sarana edukasi sejarah dan penguatan nilai-nilai Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.

Melalui pameran ini, masyarakat diajak melihat langsung transformasi media penukar nilai yang pernah sah beredar di Tanah Air sebelum akhirnya Rupiah mengukuhkan diri sebagai simbol kedaulatan NKRI.

Apresiasi tinggi disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal. Menurutnya, pameran historis ini memiliki nilai edukasi yang sangat berharga bagi generasi muda dan pelajar di Nusa Tenggara Barat.

Pameran mata uang antik ini juga membangkitkan memorinya akan kearifan lokal masyarakat Sasak. Faozal mengaitkan koleksi uang kuno dengan tradisi sorong serah—satu di antara prosesi adat pernikahan Sasak yang menggunakan media kepeng bolong (uang bolong) sebagai perlengkapan ritual transaksi adat warisan leluhur.

“Dulu saya pakai kepeng bolong untuk sorong serah,” tuturnya.

Antusiasme warga tampak tinggi sepanjang pembukaan pameran. Lalu Suparman, salah seorang pengunjung, mengaku takjub saat mengamati ragam bentuk fisik uang koin hingga uang kertas kuno dari lintasan era yang berbeda. Menurutnya, pameran ini memberikan pemahaman sejarah yang langka dan tak ternilai harganya tentang bagaimana nenek moyang bertransaksi hingga era modern saat ini.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI