Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Pusat akan menggunakan sharing anggaran untuk membangun irigasi Bendungan Meninting.
Bendungan yang dibangun mulai tahun 2018 itu diketahui hingga kini belum memiliki jaringan irigasi, sehingga manfaat air belum dirasakan oleh petani.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan saat ini telah ada High Level Diversion (HLD) atau sistem saluran air di bendungan tersebut. Hanya saja, irigasi yang mengirim air dari Meninting ke Lombok Tengah (Loteng) belum tersedia. Padahal, rencana pembangunan bendungan tersebut untuk mengairi lahan persawahan di kawasan Loteng dan Lobar.
“Tapi masih ada isu dengan pembebasan lahan. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Sistem agunan anggaran ini antara provinsi dan pusat dengan skema Pemprov yang menganggarkan untuk pembebasan lahan. Sementara untuk pembangunannya oleh pusat. “Tapi yang Meninting kita masih kaji ketersediaan anggaran kita untuk sharing di Meninting,” katanya.
Di lain sisi, Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, mengaku tetap berkomunikasi dengan pusat mengenai pembangunan Bendungan Meninting, mulai dari pembangunan utama bendungan hingga pembangunan irigasi.
“Ya pasti (komunikasi, red). Karena ini kan satu rangkaian (bendungan hingga irigasi),” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan irigasi sepanjang kurang lebih 30 kilometer merupakan kewenangan pusat. Karena pembangunan primer hingga tersier bendungan dibangun langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hanya saja, ia menilai baru bangunan primer dan sekunder yang telah rampung, sementara bangunan tersier seperti irigasi masih dalam proses pembahasan.
“Bisa jadi ada yang masih belum selesai sampai tersiernya, tetapi seluruhan dari fasilitas utama bendungan kan sudah diresmikan presiden,” ungkapnya.
Bendungan Meninting yang berada di Kabupaten Lombok Barat, lanjut Faozal memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah. Meski berada di Lobar, daerah yang diproyeksikan paling banyak menerima manfaat irigasi dari bendungan tersebut adalah lahan pertanian di Lombok Tengah.
Sebelum adanya Bendungan Meninting, sebagian lahan pertanian di wilayah Lombok Tengah hanya mengandalkan air hujan sehingga umumnya hanya dapat ditanami padi satu kali dalam setahun. Di musim tertentu, petani dapat memaksakan dua kali musim tanam, namun dinilai berisiko karena keterbatasan pasokan air.
“Ini satu-satunya bendungan di Lombok Barat. Di Lombok Tengah itu ada dua bendungan, Bendungan Batu Jai dan Bendungan Pengga. Tapi aliran dua bendungan itu bukan ke Lombok Tengah, tapi ke Lombok Barat. Nah ini Meninting adanya di Lombok Barat, tetapi penikmatnya itu besok Lombok Tengah paling banyak,” jelasnya. (era)


