BerandaBerandaKomisi X DPR RI Minta APH Usut Tuntas Kasus Santri Terbakar

Komisi X DPR RI Minta APH Usut Tuntas Kasus Santri Terbakar

Mataram (globalfmlombok.com) – Insiden terbakarnya tiga santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah sudah menjadi perhatian nasional. Bahkan Komisi III DPR RI yang membidangi urusan hukum, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebagai bentuk atensi serius terhadap kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI asal dapil NTB2 pulau Lombok, Lalu Hadrian Irfani mendesak aparat penegak hukum mengusut secara tuntas kasus tersebut agar tidak berlarut-larut. “Siapapun yang terlibat dalam kasus ini kita minta secara profesional untuk ditindak tegas,” ujar Lalu Hadrian.

Ia menilai kasus terbakarnya tiga santri di Kabupaten Lombok Tengah ini telah mencoreng citra NTB sebagai daerah seribu masjid dan seribu pesantren. “Kita tidak ingin nama NTB tercoreng gara-gara kasus ini. Karena itu harus ada langkah penegakan hukum yang tegas dan adil,” kata Hadrian.

Untuk itu, Ketua DPW PKB NTB ini meminta APH menindak tegas kasus ini. “Siapa pun yang bersalah dalam kasus ini harus dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Selain meminta agar kasus ini diusut hingga tuntas, pihaknya juga meminta Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, untuk tanggap dan mencari solusi terhadap peristiwa ini, khususnya kesulitan pembiayaan perawatan para santri yang menjadi korban terbakar.

“Kita harap Kanwil Kemenag NTB segera mencarikan solusi untuk biaya perawatan, kesehatan, dan keberlangsungan pendidikan ketiga santri,” ucapnya.

Menurutnya, Komisi X DPR RI tidak ingin akibat kasus ini tiga santri yang menjadi korban harus terhenti pendidikannya. Karena itu dia meminta pemerintah untuk hadir.

“Jadi, apakah itu karena korban kekerasan, korban regulasi, atau korban apapun yang menghambat pendidikan kami tidak ingin pendidikan mereka terhenti, termasuk pihak Ponpes juga harus bertanggungjawab,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta seluruh Ponpes yang ada di NTB untuk lebih membuka diri terhadap kasus-kasus yang menimpa santri. Kemudian menjaga nama baik NTB yang terkenal sebagai seribu ponpes agar di mata nasional dan internasional.

“Makanya saya mengimbau kepada seluruh Ponpes di NTB untuk menjadikan Ponpes sebagai tempat menyiapkan generasi unggul yang memiliki etika, moral, sopan santun agama yang baik sebagai bekal mereka melanjutkan tongkat estafet pembangunan di NTB,” pungkasnya. (ndi)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI