Mataram (globalfmlombok.com) –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Pulau Lombok dan Bima. Masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, serta daerah rendah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya pasang air laut maksimum.
Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Satria Topan Primadi lewat keterangan tertulisnya, Kamis 9 Juli 2026 mengatakan, peringatan dini banjir rob tersebut berlaku mulai 10 Juli 2026 pukul 06.00 Wita hingga 18 Juli 2026 pukul 14.00 Wita.
“Fenomena pasang maksimum berpotensi memicu banjir rob yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” ujarnya.
Di wilayah Lembar, prakiraan cuaca berkisar cerah hingga hujan ringan dengan kecepatan angin 5–20 knot dari arah timur hingga selatan. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5–2 meter, sedangkan pasang maksimum diperkirakan mencapai 2 meter pada pukul 08.00–13.00 Wita. Sementara di wilayah Sape, cuaca diprakirakan cerah hingga hujan ringan dengan angin 5–15 knot, tinggi gelombang 0,5–2 meter, serta pasang maksimum 2 meter yang diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–14.00 Wita.
BMKG menyebut sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak di Pulau Lombok meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Di Pulau Sumbawa, wilayah yang perlu mewaspadai banjir rob antara lain Sumbawa dan Labuhan Badas. Sementara di Kabupaten dan Kota Bima, potensi dampak mencakup Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, gelombang laut, dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Langkah antisipasi dinilai penting guna meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan oleh banjir rob, terutama bagi warga yang beraktivitas di kawasan pesisir maupun nelayan.(ris)


