BerandaBerandaGaji PMI NTB di Sarawak Malaysia Sampai Puluhan Juta, Ketua APJATI NTB...

Gaji PMI NTB di Sarawak Malaysia Sampai Puluhan Juta, Ketua APJATI NTB Minta Kelola Penghasilan dengan Baik

Sarawak (globalfmlombok.com)-

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Nusa Tenggara Barat sekaligus Presiden Direktur PT Cipta Rezeki Utama, H. Edy Sopyan, mengunjungi ladang kelapa sawit milik Sime Darby Guthrie di Sarawak, Malaysia, Selasa (7/7).

Dalam kunjungan tersebut, Edy berdialog langsung dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang diberangkatkan melalui PT Cipta Rezeki Utama untuk mendengar pengalaman mereka selama bekerja di negeri jiran.

Salah seorang PMI, M. Rauf, warga Lembar, Kabupaten Lombok Barat, mengaku telah bekerja di perkebunan sawit tersebut selama sekitar 4 tahun. Meski hanya berpendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia mampu memperoleh penghasilan antara 4.000 hingga 5.000 ringgit Malaysia per bulan dari pekerjaannya sebagai pemanen buah sawit. Jika dikonversikan ke rupiah, pendapatannya berkisar Rp20 juta setiap bulan.

Cerita serupa disampaikan Ateng, warga Berambang Pelangan, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Pria yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD itu mengaku memperoleh pendapatan antara 3.000 hingga 4.000 ringgit Malaysia per bulan, tergantung kondisi cuaca dan hasil panen.

Dari penghasilannya sebagai pekerja di ladang Sime Darby Guthrie Sarawak, Ateng mampu membiayai pendidikan kedua anaknya, yang kini duduk di bangku SMP dan satu lagi sudah lulus SMK.

Edy Sopyan mengatakan, kisah para PMI tersebut menunjukkan bahwa bekerja di luar negeri dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah. Namun, ia mengingatkan agar para PMI tidak hanya fokus mencari penghasilan, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan bijak.

“Jangan sia-siakan lelah selama bekerja di sini. Tidak mudah mencari uang. Manfaatkan penghasilan semaksimal mungkin, rajin menabung, dan ketika pulang ke kampung sudah memiliki modal untuk membangun usaha sehingga kehidupan keluarga bisa lebih sejahtera,” ujar Edy.

Menurut Edy, penghasilan yang diperoleh PMI seharusnya menjadi modal untuk menciptakan kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia. Karena itu, ia berharap para pekerja migran asal NTB dapat menjadikan pengalaman bekerja di luar negeri sebagai langkah awal membangun masa depan yang lebih baik, bukan sekadar memperoleh penghasilan jangka pendek.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI