BerandaBerandaBangun Industri Kerajinan Tidak Cukup Andalkan Kreativitas Perajin

Bangun Industri Kerajinan Tidak Cukup Andalkan Kreativitas Perajin

Mataram (globalfmlombok.com) – Membangun industri kerajinan yang mampu bersaing di pasar nasional dan global tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas para perajin. Dibutuhkan standar kualitas yang sama, sistem kurasi yang profesional, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan nilai tambah setiap produk. Inilah arah baru yang sedang dibangun Dekranasda Provinsi NTB.

Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, saat menutup kegiatan Capacity Building Kurasi Wastra dan Kriya di PLUT KUKM Provinsi NTB, Mataram, Rabu (24/6).

Selama dua hari, kegiatan ini membekali para pengurus Dekranasda kabupaten/kota dengan pengetahuan teknis mengenai standar kurasi profesional agar produk wastra dan kriya NTB semakin kompetitif.

Bagi istri Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal ini, pelatihan ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi menjadi titik awal membangun sistem pembinaan produk kerajinan yang lebih terstruktur di seluruh daerah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena progresnya sangat baik, menarik, dan sarat akan nilai budaya. Saya titipkan kepada Bapak dan Ibu dari Kabupaten/Kota agar ilmu yang didapat ini diperhatikan dan diturunkan kepada rekan-rekan pengurus di daerah masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan industri kreatif tidak hanya bergantung pada Dekranasda Provinsi. Justru pengurus Dekranasda di tingkat kabupaten/kota menjadi ujung tombak karena berhadapan langsung dengan para perajin dan pelaku UMKM di lapangan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun standar kurasi yang seragam, terutama bagi daerah yang telah memiliki galeri produk unggulan. Standarisasi tersebut diyakini akan menciptakan kualitas produk yang konsisten sekaligus memudahkan proses pembinaan hingga tingkat nasional.

“Apabila sudah memiliki galeri, artinya kita harus memiliki standar yang serupa dengan provinsi. Saya minta pengurus Kabupaten/Kota segera menyusun standarnya, perhatikan di mana letak permasalahannya. Jika dibutuhkan bantuan, kami di Provinsi siap turun langsung memberikan pelatihan. Bahkan, kami siap mendatangi teman-teman pengurus jika memang diperlukan,” tegasnya.

Hj. Sinta menegaskan bahwa proses pengembangan produk tidak berhenti setelah kurasi dilakukan. Kurasi hanyalah salah satu tahapan dalam rantai pembinaan yang lebih panjang.
Ke depan, Dekranasda Provinsi NTB akan mendorong pembenahan tata kelola galeri, penataan produk yang lebih menarik, hingga penguatan strategi pemasaran digital agar produk-produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Setelah kurasi, target kita selanjutnya adalah membenahi sistem penataan produk, hingga penerapan digital marketing. Harapannya, hal ini diteruskan dari pengurus Kabupaten/Kota hingga ke para perajin di lapangan, sehingga tercipta alur yang matang dari persiapan hingga pemasaran,” tambahnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari peningkatan kualitas produk, proses seleksi yang objektif, hingga strategi promosi yang mengikuti perkembangan pasar.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, termasuk para pengurus Dekranasda yang datang dari Pulau Sumbawa. Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi kabupaten/kota untuk menyampaikan berbagai masukan maupun kebutuhan pendampingan agar pengembangan wastra dan kriya NTB dapat berjalan lebih merata.

Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penyusunan standar kurasi yang profesional, Dekranasda Provinsi NTB berharap produk-produk kerajinan daerah tidak hanya mampu mempertahankan nilai budaya yang diwariskan para leluhur, tetapi juga tampil sebagai produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional hingga internasional. (ham)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI