Mataram, (globalfmlombok.com) – Seorang pendaki asal Belgia, Juliette Marcelle V Andre, terjatuh di jalur turun menuju Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Sabtu (4/4/2026). Korban mengalami cedera pada bagian pergelangan kaki sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Astekita Ardiaristo, mengatakan korban diduga mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki yang mengarah pada kemungkinan patah atau dislokasi tulang.
“Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat pembengkakan pada pergelangan kaki kiri yang mengindikasikan kemungkinan dislokasi, sehingga korban tidak dapat berjalan,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, pihak BTNGR langsung berkoordinasi dengan tim evakuasi Emergency Medical Hiker Community (EMHC). Tim juga menghubungi pemandu di lokasi untuk melakukan asesmen awal terhadap kondisi korban.
Karena tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan, korban kemudian dibawa menuju shelter darurat di Pelawangan 1 Sembalun untuk mendapatkan penanganan awal. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan porter serta didukung peralatan dan logistik yang telah dipersiapkan.
Sekitar pukul 13.43 Wita, korban tiba di Shelter Emergency 1 Pelawangan Sembalun dengan cara digendong. Setibanya di lokasi, korban langsung mendapatkan penanganan medis awal. Sementara itu, tim evakuasi yang bergerak dari bawah tiba di Pos 2 sekitar pukul 14.00 Wita dan melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan.
Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Puskesmas Sembalun sebelum dirujuk ke rumah sakit di Kota Mataram untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Pendakian Baru Dibuka, Peminat Membludak
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah aktivitas pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani kembali dibuka pada 1 April 2026, setelah sebelumnya ditutup sementara sejak awal tahun.
Minat pendakian tercatat sangat tinggi. Enam jalur pendakian yang dibuka, yakni Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik, langsung ludes dipesan melalui aplikasi E-Rinjani dengan status quota exceeded.
Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan, mengungkapkan lonjakan pemesanan didominasi oleh wisatawan domestik, meski pendaki mancanegara juga tetap tercatat cukup signifikan.
Pada 1 April, kuota sebanyak 219 pendaki telah terisi penuh. Kondisi serupa terjadi pada 2 hingga 4 April dengan jumlah pendaki rata-rata di atas 200 orang per hari. Total selama empat hari pembukaan, tercatat 870 pendaki telah memesan tiket.
“Ini total semua yang booking di enam jalur pendakian. Dan yang paling ramai peminat tetap jalur Sembalun,” ujarnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pendaki Asal Belgia Terjatuh di Jalur Segara Anak Rinjani “


