Mataram (globalfmlombok.com) – Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menyusul gempuran Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu kekhawatiran terhadap keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), termasuk yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala BP3MI NTB, Ponco Indrio di Mataram, Senin, 2 Maret 2026 menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap PMI di sejumlah negara kawasan tersebut. Pemerintah juga telah membagikan nomor hotline perwakilan RI di Timur Tengah sebagai langkah antisipasi dan jalur pengaduan darurat.
“Penanganan PMI sekarang, kami tetap koordinasi dengan pusat. Karena ini sudah ranahnya pemerintah pusat. Kami sampaikan melalui media sosial kepada keluarga dan PMI yang bekerja di luar negeri, khususnya di Timur Tengah, sekiranya kalau ada hambatan, kendala, atau situasi yang kurang kondusif untuk segera menghubungi hotline yang sudah disiapkan,” ujar Ponco.
Menurutnya, kewenangan BP3MI di provinsi dalam hal ini terbatas pada koordinasi dan penyampaian informasi. Untuk langkah lebih lanjut, pihaknya akan mengikuti arahan dan informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri.
“Apabila ada situasi yang urgen, nanti dari Kemlu sebagai informasi awal untuk memberikan info kepada kami, saat ini belum ada laporan, pengaduan dan lain-lain dari PMI di Timur Tengah” tegasnya.
Pada prinsipnya, tambah Ponco, BP3MI NTB tetap standby untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi terkait PMI di negara-negara kawasan di Timur Tengah.
Berdasarkan data Dastik pusat, penempatan PMI asal NTB pada 2026 di kawasan Timur Tengah tercatat sebagai berikut:
• Arab Saudi: 274 orang
• Uni Emirat Arab: 27 orang
• Kuwait: 10 orang
• Turki: 5 orang
Data tersebut menunjukkan Arab Saudi masih menjadi negara tujuan utama penempatan PMI asal NTB di kawasan tersebut.
Nomor Kontak Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal RI di Timur Tengah
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah membagikan sejumlah nomor hotline Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kawasan Timur Tengah, antara lain:
• KBRI Riyadh, Arab Saudi: +966 569173990
• KJRI Jeddah, Arab Saudi: +966 503609667
• KBRI Manama, Bahrain: +973 38791650
• KBRI Tehran, Iran: +98 9914668845 / +98 902 466 8889
• KBRI Baghdad, Irak: +964 7769842020
• KBRI Amman, Yordania: +962 7 7915 0407
• KBRI Kuwait City, Kuwait: +965 97206060 / 97809760
• KBRI Beirut, Lebanon: +961 70817310
• KBRI Abu Dhabi, Uni Emirat Arab: (+971) 566156259
• KJRI Dubai, Uni Emirat Arab: (+971) 564170333 / (+971) 56-3322611
• KBRI Doha, Qatar: +974 44657945 / 44664981 / 33322875
• KBRI Damaskus, Suriah: +963 954 444 810
BP3MI NTB mengimbau seluruh PMI asal NTB di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melapor melalui hotline resmi apabila menghadapi situasi darurat. Pemerintah daerah, lanjut Ponco, akan terus memantau perkembangan dan siap melakukan langkah koordinatif apabila situasi berkembang lebih lanjut. (bul)


