Praya (globalfmlombok.com) – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat yang terdampak. Mislanya, di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur, selain merendam ratusan rumah di tiga dusun yang terparah terkena banjir, ada sekitar 339 hektare tambak udang serta garam milik warga yang juga turut terendam banjir. Nilai kerugian materi pun ditaksir di atas Rp500 juta.
Di desa-desa lainya seperti Desa Mujur, Kuta hingga Desa Bangket Parak, sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan. Beberapa sekolah di daerah banjir juga dilaporkan terpaksa meliburkan siswanya. Melihat begitu masifnya dampak banjir yang melanda, pemerintah daerah pun didorong untuk melakukan upaya penanganan yang lebih konkrit. Tidak hanya sebatas memberikan penanganan sesaat.
“Masyarakat butuh upaya penanganan yang lebih konkret melalui tindakan nyata. Bukan penanganan sesaat saja. Karena itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ujar Kepala Desa Kidang Tarnadi, kepada Suara NTB, Kamis (26/2/2026).
Artinya, penanganan banjir harus bisa menjawab persoalan mendasar yang jadi penyebab. Misalnya, perbaikan saluran drainase, pelebaran dan normalisasi sungai serta penanganan lingkungan yang lebih komprehensif. Tanpa itu semua, maka persoalan banjir akan terus terulang. Dan, pada akhirnya masyarakat juga yang jadi korban.
“Persoalan banjir tidak akan selesai hanya dengan bantuan mi instan. Harus ada upaya yang lebih nyata kedepan. Untuk menjawab persoalan mendasar yang menyebabkan banjir terjadi,” sebutnya.
Menanggapi hal tersebut Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., mengatakan apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan masyarakat terdampak banjir akan jadi perhatian kedepan. Dalam hal ini pemerintah kabupaten tentu tidak bisa sendiri. Mengingat, kemampuan dan kewenangan pemerintah kabupaten juga terbatas.
Maka butuh dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Termasuk masyarakat luas dukunganya juga sangat diharapkan. Agar bisa menjawab persoalan yang ada.
“Tetap kita perhatian dan upayakan apa yang menjadi harapan masyarakat. Dan, persoalan banjir kali ini tidaknya hanya terjadi di Loteng saja. Beberapa daerah di NTB juga mengalami hal yang sama. Dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” tegas mantan Wakil Bupati (Wabup) Loteng ini. (kir)


