Praya (globalfmlombok.com) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sejak dua hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Hingga Selasa (24/2/2026) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Tengah (BPBD) mencatat banjir terjadi di 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Wilayah terdampak terbanyak berada di Kecamatan Praya Timur dengan delapan desa. Sisanya tersebar di Kecamatan Pujut dan Praya Barat. Desa-desa yang terdampak antara lain Bangket Parak, Bilelando, Landah, Mujur, Bleke, Nandus, Semoyang, Pengembur, Kuta, Tanak Rarang, Setanggor, serta Kidang.
Jumlah sebaran lokasi banjir diperkirakan masih bisa bertambah, mengingat hujan masih turun di beberapa wilayah dan sebagian desa belum menyampaikan laporan kondisi terkini.
“Dari hasil pantauan tim BPBD, banjir terjadi di 12 desa tersebar di tiga kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Tengah, H. Ridwan Makruf, kepada Suara NTB, Selasa (24/2/2026) malam.
Ia menyebutkan, total rumah terdampak banjir hingga saat ini mencapai sekitar 768 unit. Angka tersebut menjadi rekor dampak banjir tersendiri di Loteng, mengingat luasnya wilayah yang terdampak dan besarnya jumlah rumah yang terendam.
“Rumah terdampak banjir kali ini lebih banyak dari jumlah rumah terdampak banjir yang kita tangani sejak cuaca ekstrem berlangsung dari rentang waktu mulai tanggal 14 Desember 2025 lalu hingga Januari 2026 kemarin yang berjumlah sekitar 750 rumah,” jelasnya.
Sejauh ini tim BPBD Loteng bersama instansi terkait masih bekerja di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak. Untuk penanganan darurat berupa pemberian bantuan logistik sementara belum bisa dilakukan di beberapa lokasi karena petugas masih fokus pada evakuasi dan penanganan warga.
Di sejumlah titik, genangan banjir masih berlangsung dan hujan belum sepenuhnya reda. Kondisi tersebut menyulitkan petugas dalam melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
“Kita berharap hujan bisa segera reda supaya upaya penanganan darurat bisa dilakukan,” imbuhnya.
Terkait kerusakan dan nilai kerugian materiil akibat banjir, Ridwan mengaku belum dapat memperkirakan. Pasalnya, tim BPBD belum melakukan asesmen karena masih memprioritaskan keselamatan dan penanganan warga terdampak.
“Mungkin besok (Rabu hari ini) tim akan mulai melakukan asesmen. Dari sanalah baru bisa kita ketahui berapa nilai kerugian dari banjir yang ada,” ujarnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Cuaca Ekstrem, 12 Desa di Loteng Diterjang Banjir, Rendam 768 Rumah ”


