BerandaPolitikNTB Diproyeksikan Jadi Lumbung Bawang Putih Nasional, DPRD Minta Pemerintah Jamin Harga...

NTB Diproyeksikan Jadi Lumbung Bawang Putih Nasional, DPRD Minta Pemerintah Jamin Harga Petani

Mataram (globalfmlombok.com) – Anggota Komisi II DPRD NTB, Hulaemi, mendorong Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan jaminan harga dan penyerapan hasil panen kepada petani di Sembalun, Lombok Timur, menyusul penetapan kawasan tersebut sebagai sentra atau lumbung bawang putih nasional.

Program pengembangan bawang putih itu diarahkan untuk mempercepat tercapainya swasembada bawang putih nasional, dimulai dari swasembada benih pada 2028. Hal tersebut ditegaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke kawasan Sembalun, Lombok Timur, baru-baru ini.

Menurut Hulaemi, ada satu kunci utama agar target tersebut benar-benar tercapai, yakni adanya kepastian pasar bagi petani melalui jaminan serapan dengan harga yang menguntungkan.

“Kalau pemerintah siap menampung seluruh hasil panen petani dengan harga yang layak, saya yakin petani akan serentak menanam bawang putih,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Sebagai pengusaha yang kini duduk di Komisi II DPRD NTB, Hulaemi menilai saat ini sebagian petani masih memilih menanam komoditas lain yang dinilai lebih aman dari sisi pemasaran. Ia mengingatkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan hasil panen bawang putih tidak seluruhnya terserap.

“Jangan setelah mau panen, petani ditinggal. Hanya beberapa oknum petani prioritas saja yang diserap oleh pemerintah. Nah, yang tidak terserap ini terpaksa mereka jual ke pasar tradisional, yang harganya bersaing sama impor, kan merugi,” tuturnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai kondisi tersebut membuat minat tanam belum maksimal, meskipun Sembalun memiliki potensi lahan dan iklim yang sangat mendukung untuk pengembangan bawang putih. Bahkan, menurutnya, klaim luas tanam hingga ratusan hektare belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Sehingga di Sembalun itu bukan 100 persen, baru sekitar 50 persen yang tanam bawang putih. Kalau digembar-gemborkan sudah 400-an hektare, saya tidak yakin. Belum sampai sana,” ucapnya.

Karena itu, ia mendorong Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Timur memastikan dua hal penting, yakni pembinaan kualitas benih dan jaminan serapan hasil panen. Dengan kepastian tersebut, petani diyakini tidak lagi ragu dan dapat menanam secara serentak dalam skala besar sehingga target swasembada benih pada 2028 dapat tercapai.

“Jadi kalau mau cepat, ya silakan diberikan komitmen supaya petani itu dibina bibitnya dan dijaga, kemudian serapannya dijamin,” tegasnya.

Hulaemi menilai langkah menjadikan Sembalun sebagai sentra bawang putih nasional merupakan kebijakan strategis yang patut diapresiasi. Namun tanpa kepastian pasar dan harga, program tersebut berisiko tidak berjalan optimal.

“Itu saja keinginan petani. Kalau tidak ada gambaran hasilnya terserap, ya masih banyak yang ragu. Lebih baik mereka tanam komoditas lain yang mereka yakini mampu memasarkannya,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” NTB Jadi Lumbung Bawang Putih Nasional, Dewan Minta Pemerintah Beri Jaminan Harga ke Petani “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI