BerandaBerandaElpiji 3 Kg Dijual Hingga Rp35.000, Warga Bima Keluhkan Harga

Elpiji 3 Kg Dijual Hingga Rp35.000, Warga Bima Keluhkan Harga

Bima (globalfmlombok.com) – Warga Kabupaten Bima mengeluhkan tingginya harga elpiji bersubsidi 3 kilogram yang di tingkat eceran mencapai Rp35.000 per tabung. Harga tersebut dinilai semakin memberatkan masyarakat, mengingat elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan harian rumah tangga.

Seorang warga Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Fitri, mengatakan harga gas melon saat ini jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, harga di tingkat agen juga bervariasi dan kerap dijual di atas ketentuan.

“Di agen kadang masih Rp25.000, tapi ada juga yang sampai Rp30.000. Kalau beli di warung, harganya bisa Rp35.000,” kata Fitri, Kamis (22/1/2026).

Menurut Fitri, mahalnya harga elpiji 3 kilogram menjadi persoalan utama yang dirasakan masyarakat. Meski demikian, warga tetap terpaksa membeli karena gas melon merupakan kebutuhan pokok untuk memasak.

“Ini kebutuhan harian. Mau tidak mau tetap harus dibeli, walaupun harganya mahal,” ujarnya.

Selain harga yang tinggi, kondisi diperparah dengan pasokan gas yang tidak menentu. Warga kerap kesulitan mendapatkan elpiji dan harus berkeliling mencari ke sejumlah warung maupun agen.

“Kalau mahal tapi gampang didapat mungkin masih bisa dimaklumi. Ini sudah mahal, dapatnya juga susah,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan, Fitri mengaku terpaksa menambah jumlah tabung gas di rumahnya agar bisa membeli elpiji saat stok tersedia di agen.

“Sekarang terpaksa nambah tabung. Jadi kalau ada gas, bisa langsung beli. Kalau menunggu habis, bisa berhari-hari tidak masak,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya di Kabupaten Bima yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut harga elpiji 3 kilogram yang terus meningkat menjadi beban bagi masyarakat kecil.

“Kalau ada gas, harganya sudah mahal. Tapi karena ini kebutuhan, tetap harus dibeli,” ujarnya.

Ia bahkan harus berkeliling di desanya hingga mendatangi desa tetangga untuk mendapatkan elpiji karena stok di wilayah tempat tinggalnya sering kosong.

Hingga berita ini ditulis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kenaikan harga elpiji 3 kilogram maupun langkah pengendalian yang akan dilakukan. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Warga Keluhkan Harga Elpiji 3 Kilogram Mencapai Rp35 Ribu “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI