BIMA, (globalfmlombok.com) — Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (13/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada 14 unit rumah warga, dua unit mobil tertimpa pohon, satu bangunan sekolah dasar dan satu garasi mobil rusak, serta sempat mengganggu akses jalan lintas. Total kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp178 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima Nurul Huda mengatakan, angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir. Dampak cuaca ekstrem ini dirasakan di beberapa kecamatan, antara lain Wera, Ambalawi, dan Tambora.
“Wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Wera. Di Desa Tawali, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga,” ujar Nurul Huda saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Di Desa Tawali, enam unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang hingga rusak berat. Enam kepala keluarga terdampak, dengan tiga di antaranya terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat. Kerusakan terparah dialami rumah milik Andi Ajis yang tertimpa pohon dengan estimasi kerugian mencapai Rp50 juta. Total kerugian di desa tersebut ditaksir mencapai Rp96 juta.
Selain itu, satu unit rumah warga di Desa Sangiang mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp20 juta dan menyebabkan satu kepala keluarga mengungsi. Di Desa Ntoke, satu unit mobil warga rusak setelah tertimpa pohon dengan kerugian sekitar Rp10 juta. Sementara di Desa Oi Tui, angin kencang merusak satu unit garasi mobil dengan estimasi kerugian Rp2 juta.
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di Desa Wora, Kecamatan Wera. Pohon berukuran besar tumbang dan menutup badan jalan lintas Bima–Wera sehingga sempat menghambat arus lalu lintas. Berkat kerja cepat aparat TNI, Polri, dan warga setempat, pohon berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas kembali normal.
Di Kecamatan Ambalawi, tepatnya di Desa Mawu, pohon tumbang mengganggu akses jalan lintas dan merusak satu unit mobil yang sedang melintas. Sementara itu, di Kecamatan Tambora, angin kencang disertai puting beliung melanda Desa Rasabou dan Desa Kawinda Na’e. Sebanyak empat unit rumah warga rusak, dua kepala keluarga terdampak, dan dua di antaranya mengungsi sementara. Kerugian di dua desa tersebut ditaksir mencapai Rp50 juta.
Selain permukiman warga, fasilitas pendidikan juga terdampak. Di Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, atap bangunan SDN Labuan Kananga rusak akibat terpaan angin kencang. Demi keselamatan, pihak kepolisian mengevakuasi dan memulangkan siswa lebih awal.
Nurul Huda menuturkan, BPBD Kabupaten Bima langsung melakukan penanganan awal setelah menerima laporan dari lapangan. Tim BPBD berkoordinasi dengan camat, pemerintah desa, TNI, dan Polri untuk melakukan pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat di lokasi terdampak.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. “Kami mengingatkan warga agar waspada terhadap angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor karena kondisi cuaca masih fluktuatif,” ujarnya.
Saat ini, BPBD Kabupaten Bima masih melakukan pendataan lanjutan dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penyaluran bantuan tanggap darurat, termasuk kebutuhan logistik dan peralatan bagi warga terdampak. (*)


