Mataram (globalfmlombok.com) – Video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan anggota TNI mengacungkan senjata tajam (sajam) viral di media sosial (medsos). Aksi tersebut membuat warga di kawasan Udayana, Kota Mataram, resah dan ketakutan. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/10/2026).
Dalam video berdurasi 1 menit 22 detik yang diunggah akun Instagram @buntungcees, pria tersebut terlihat mengenakan baju berkerah berwarna merah, celana jins biru, dan helm putih. Ia tampak mengacungkan senjata tajam ke arah sejumlah warga. Pria tersebut bahkan sempat naik ke atap rumah di kawasan Udayana.
Selain itu, pria tersebut terlihat menghalangi pengguna jalan sambil membawa senjata tajam. Akibat kejadian itu, seorang warga dilaporkan mengalami luka-luka dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Video yang beredar luas di media sosial tersebut memicu keresahan masyarakat. Seorang warga Dasan Agung, Dian, mengaku khawatir saat harus melintasi kawasan tersebut karena takut kejadian serupa terulang.
“Saya tinggal di sekitar sana, takut kalau kejadiannya terulang lagi. Apalagi ini bawa sajam. Pantas kemarin ramai banget di gang itu, ternyata ada bapak-bapak bawa parang,” ujarnya, Jumat (23/10).
Dian berharap aparat keamanan segera mengambil langkah untuk menangani kasus tersebut. Menurutnya, tindakan yang diduga dilakukan pria itu telah menimbulkan keresahan dan mengakibatkan seorang warga terluka.
Sementara itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram membenarkan bahwa pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan anggota aktif TNI. Pihaknya menyatakan serius menangani dugaan tindakan kekerasan yang mengakibatkan seorang warga terluka di Kota Mataram.
Kodim 1606/Mataram juga memastikan proses pemeriksaan terhadap anggota yang bersangkutan terus berjalan. Selain itu, pihaknya menyatakan biaya perawatan korban ditanggung sepenuhnya oleh satuan.
Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kodim 1606/Mataram, Mayor Arh Lalu Dedy Junaidi, menjelaskan bahwa anggota tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi anggota yang bersangkutan sekaligus mendukung proses penanganan kasus.
Menurut Dedy, informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara bijak. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan memberikan kejelasan mengenai peristiwa tersebut.
Terkait informasi yang mengaitkan kejadian itu dengan judi online (judol), Dedy menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar berdasarkan keterangan yang disampaikannya.
“Penanganan kasus ini menjadi perhatian serius. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut agar persoalan ini dapat ditangani berdasarkan fakta dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2026). (pan)


