BerandaBerandaTGB Tegaskan Pesantren Harus Bebas Kekerasan Seksual, Minta Penegakan Hukum Secara Obyektif

TGB Tegaskan Pesantren Harus Bebas Kekerasan Seksual, Minta Penegakan Hukum Secara Obyektif

Mataram (globalfmlombok.com)-

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) TGB HM Zainul Majdi menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan seluruh lingkungan pondok pesantren dan sekolah di bawah naungan NWDI harus bersih dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual.

Penegasan tersebut disampaikan TGB melalui unggahan ulang di akun Facebook resminya, Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi. Langkah ini merespons perhatian publik atas bergulirnya kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu pesantren terafiliasi NWDI di Lombok Tengah.

Dalam penjelasannya, TGB menggarisbawahi bahwa arahan untuk menjaga institusi pendidikan dari tindakan nirkekerasan telah disuarakan sejak lama. Pihaknya menyerahkan penuh proses hukum kepada kepolisian apabila ditemukan indikasi tindak pidana.

“Dalam banyak kesempatan, sejak lama, arahan saya jelas: semua pondok pesantren dan sekolah NWDI harus bersih dari segala praktik kekerasan: verbal, fisik maupun seksual,” tulis TGB.

Ia meminta aparat penegak hukum bertindak obyektif. TGB juga menyoroti pentingnya keadilan dengan membedakan antara tindakan oknum individu dan keberadaan lembaga pendidikan. Menurut dia, penindakan hukum harus menyasar oknum pelaku tanpa mengorbankan keberlanjutan institusi maupun para santri.

“Ada kepala sekolah lancung, dia yang dihukum. Bukan sekolahnya yang dibubarkan, bukan muridnya yang dikorbankan. Ada tuan guru cabul, dia yang ditindak. Bukan pesantrennya yang dibubarkan, bukan santrinya yang dikorbankan. Inilah keadilan,” tegasnya.

Isu kekerasan seksual ini mengemuka seiring penyelidikan dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Dugaan tersebut menyeret oknum pimpinan pesantren setempat.

Kepolisian Resor Kota Lombok Tengah saat ini tengah mendalami laporan korban. Penyidik telah mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Meski demikian, kepolisian belum mengamankan pihak yang diduga terlibat lantaran tahapan penyelidikan dan pemeriksaan saksi masih berlangsung. Kepolisian memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI