BerandaPemerintahanKota MataramStunting Turun Signifikan

Stunting Turun Signifikan

Mataram  (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, mencatat penurunan signifikan kasus stunting di sejumlah posyandu lingkungan. Penurunan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah kelurahan dengan sejumlah dinas terkait melalui berbagai program intervensi, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lurah Sayang-Sayang, H. Rony Aprianto, mengatakan penanganan stunting di wilayahnya menunjukkan perkembangan positif. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan dan sejumlah bantuan yang menyasar kelompok rentan, terutama ibu hamil hingga balita.

“Alhamdulillah, untuk penanganan stunting sudah dilaksanakan dan sasarannya sudah menurun secara signifikan,” ujarnya, Rabu (23/9).

Menurut Rony, penanganan stunting dilakukan melalui berbagai langkah intervensi, di antaranya pemberian PMT, penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta bantuan melalui program MBG. Intervensi tersebut diberikan sejak masa kehamilan hingga anak berusia balita untuk mendukung kualitas pertumbuhan dan pemenuhan kebutuhan gizinya.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Kelurahan Sayang-Sayang, jumlah kasus stunting pada 2022 mencapai sekitar 150 kasus. Angka tersebut terus mengalami penurunan dan pada 2026 tercatat sekitar lima hingga enam kasus.

“Kalau 2025 kemarin hampir sekitar 10 orang dan trennya menurun terus,” jelasnya.

Meski mengalami penurunan signifikan, Rony mengatakan pihaknya masih terus berupaya menekan kasus stunting hingga mencapai nol kasus. Namun, upaya tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama pada anak yang memiliki kondisi kesehatan bawaan atau riwayat penyakit tertentu.

Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga intervensi tidak dapat dilakukan secara cepat. Karena itu, Pemerintah Kelurahan Sayang-Sayang terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung penanganan kasus yang membutuhkan perhatian khusus.

Rony menegaskan, salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya kasus baru dan mengendalikan stunting adalah meningkatkan pelayanan melalui enam SPM yang merupakan program Pemerintah Kota Mataram.

“Sekarang ini semua posyandu sudah beralih ke enam SPM. Salah satunya masalah pendidikan untuk mengedukasi para calon ibu,” ucapnya. (pan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI