Mataram (globalfmlombok.com) – Keluarga anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, I Putu Angga Santyana, meminta kejelasan dan pertanggungjawaban perusahaan terkait hak serta tali asih atas meninggalnya korban dalam insiden tenggelamnya kapal tersebut.
Pernyataan itu disampaikan keluarga setelah jenazah I Putu Angga tiba di rumah duka di Lingkungan Saksari, Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 18.20 Wita.
Rinda Meviesta, istri almarhum I Putu Angga Santyana, meminta pihak perusahaan, yakni KM Virgo Transport 8 memberikan pernyataan resmi secara tertulis terkait pertanggungjawaban atas meninggalnya sang suami. Ia mengatakan, jenazah suaminya tiba di rumah duka dalam kondisi terbujur kaku di dalam peti.
“Saya mohon owner Virgo Karya Shipping menulis pernyataan hitam di atas putih. Kalau memang owner Virgo mempertanggungjawabkan kematian suami saya, I Putu Angga Santyana, saya mohon ada hitam di atas putih,” tegas Rinda sambil menangis saat ditemui di rumah duka.
Keluarga Butuh Kepastian
Rinda menegaskan, pihak perusahaan tidak cukup hanya menyampaikan atau menjanjikan tali asih secara lisan. Keluarga, kata dia, membutuhkan kepastian mengenai bentuk pertanggungjawaban perusahaan yang dituangkan dalam pernyataan resmi.
Ia juga meminta pihak perusahaan segera memberikan klarifikasi kepada keluarga maupun media terkait insiden tersebut.
Rinda menuturkan, saat berkomunikasi dengan pihak perusahaan, ia mendapat informasi mengenai sejumlah hak yang akan diberikan kepada keluarga. Hak itu di antaranya BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan tali asih. Namun, ia mempertanyakan bentuk serta kepastian pemberian tali asih tersebut karena hingga kini belum ada pernyataan tertulis.
“Sudah komunikasi, dari kantor cuma bilang BPJS, Jasa Raharja, dan tali asih. Tapi tali asih dalam bentuk apa? Ini tidak ada hitam di atas putih,” ujarnya dengan nada tinggi.
Menurut Rinda, kejelasan mengenai kebijakan dan tanggung jawab perusahaan sangat dibutuhkan keluarga. Sebagai seorang istri, ia mengatakan dirinya harus memperjuangkan hak almarhum suaminya, terlebih masih memiliki dua anak yang masih balita.
I Putu Angga merupakan salah satu korban dalam insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Saat kejadian, kapal tersebut tengah dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah Tim SAR menemukan sejumlah korban di wilayah pesisir. Setelah melalui proses identifikasi, salah satu korban diketahui merupakan I Putu Angga Santyana.
Rinda berharap pihak Virgo datang dan menghubunginya secara langsung untuk membicarakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada keluarga korban. (pan)


