BerandaPemerintahanKota MataramDistribusi MBG Jangan Bebani Guru

Distribusi MBG Jangan Bebani Guru

Mataram (globalfmlombok.com) –   Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih, S.Ag., meminta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram terus dievaluasi dan diperbaiki. Salah satu yang menjadi perhatian adalah mekanisme distribusi makanan di sekolah yang dinilai berpotensi menambah beban tugas guru di luar tanggung jawab utamanya.

Isti menilai, program MBG pada dasarnya memiliki tujuan baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Namun, pelaksanaannya perlu ditunjang regulasi yang jelas, terutama menyangkut pembagian tugas antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak sekolah.

“Jangan sampai guru-guru kemudian disibukkan dengan tugas tambahan yang sebenarnya bukan tupoksinya. Harus ada regulasi yang lebih jelas terkait dengan MBG ini, sehingga makanan benar-benar sampai ke tangan anak-anak dengan tepat dan selamat,” ujarnya kepada Suara NTB.di rusng kerjanya kemarin.

Menurutnya, penyaluran makanan tidak semestinya hanya mengandalkan tenaga guru. Sebab, setelah makanan diantar ke sekolah, guru kerap ikut bertanggung jawab membagikan makanan kepada siswa hingga merapikan kembali ompreng atau wadah makanan setelah digunakan.

Padahal, para guru telah memiliki tugas utama dalam proses belajar mengajar. Kondisi tersebut semakin menambah pekerjaan ketika makanan siswa tidak habis dikonsumsi dan masih menyisakan banyak makanan di dalam wadah.

“Harusnya dari pihak SPPG yang menambahkan petugasnya. Ibaratnya seperti katering, bukan hanya memasak dan mengantar makanan, tetapi juga ada petugas yang mengatur pembagian sampai selesai dikonsumsi,” katanya.

Orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini berharap, petugas dari SPPG dapat bertanggung jawab dalam proses pembagian makanan sekaligus pengumpulan dan penataan kembali ompreng setelah siswa selesai makan.

Selain persoalan teknis distribusi, Isti juga menyoroti pentingnya evaluasi berkala terhadap pelaksanaan MBG. Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi keluhan dan masukan dari guru, orang tua, maupun siswa, sekaligus menentukan tindak lanjut perbaikan program.

Menurutnya, evaluasi dapat dilakukan secara triwulanan agar berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program dapat segera ditangani.

Ia juga menyinggung perlunya pengukuran dampak MBG terhadap tujuan peningkatan gizi anak, termasuk upaya menekan angka stunting. Data sebelum dan sesudah pelaksanaan program dinilai penting untuk mengetahui sejauh mana target yang ditetapkan dapat tercapai.

Di sisi lain, Isti meminta SPPG lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan menu makanan. Variasi menu, menurutnya, penting agar siswa tidak bosan dan tetap bersemangat mengonsumsi makanan yang disediakan.

Ketua DPD PKS Kota Mataram ini berharap kualitas makanan MBG di Kota Mataram terus meningkat, baik dari segi variasi maupun penyajiannya. Pengawasan keamanan pangan juga perlu diperhatikan agar kasus keracunan makanan seperti yang terjadi di Lombok Tengah tidak terjadi di Mataram. (fit)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI