BerandaBerandaPKK di NTB Solid Sukseskan Program Unggulan Desa Berdaya

PKK di NTB Solid Sukseskan Program Unggulan Desa Berdaya

Mataram (globalfmlombok.com) –  Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi NTB solid mensukseskan program unggulan Desa Berdaya.

Sejumlah desa dampingan mulai menunjukkan perkembangan, mulai dari usaha produktif masyarakat hingga perbaikan akses pendidikan dan penurunan stunting.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengatakan PKK berkomitmen mengawal pelaksanaan Desa Berdaya melalui pendampingan langsung, dengan melibatkan TP-PKK kabupaten hingga tingkat desa.

“Pergerakannya (Desa Berdaya) sudah mulai terlihat. Kami berharap tahun-tahun ke depan desa-desa ini semakin berkembang dan masyarakatnya memiliki kesadaran serta kemampuan untuk keluar dari kondisi ketertinggalan,” ujarnya, usai mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah di Lombok Tengah, Rabu, 21 Oktober 2026.

Sinta menjelaskan, TP-PKK Provinsi NTB memiliki sejumlah desa percontohan (pilot project) yang menjadi fokus pendampingan. Pengawalan dilakukan melalui empat kelompok kerja (Pokja) PKK yang turun langsung untuk melihat perkembangan program sesuai bidang masing-masing.

Sejauh ini, pendampingan yang dilakukan PKK Provinsi NTB sendiri kata Sinta, berfokus di Pulau Lombok, antara lain di Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, dan wilayah Taman Ayu, Kabupaten Lombok Barat.

Dalam pelaksanaannya, TP-PKK provinsi bersinergi dengan PKK kabupaten dan desa. Pendampingan harian dilakukan oleh pengurus PKK di tingkat kabupaten dan desa, sementara TP-PKK provinsi melakukan pemantauan secara berkala.

Salah satu perkembangan yang mulai terlihat adalah tumbuhnya usaha produktif masyarakat di desa dampingan Sakra. Sinta menyebut, bantuan ayam dan bibit lele yang diberikan mulai dikembangkan oleh masyarakat. Bahkan, hasil budidaya lele telah diolah menjadi kerupuk dan mulai dipasarkan.

“Di Sakra, saya mendapat laporan ayamnya sudah mulai bertelur. Lele juga sudah ada, kemudian dibina hingga masyarakat mulai memproduksi kerupuk lele dan memasarkannya,” ungkapnya.

Menurut Sinta, perkembangan tersebut menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun kemandirian ekonomi secara bertahap. Pendampingan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pembinaan agar masyarakat dapat mengelola potensi yang dimiliki menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan.

Selain penguatan ekonomi keluarga, PKK turut mengawal aspek sosial yang menjadi perhatian dalam program Desa Berdaya. Di antaranya, upaya menurunkan angka stunting dan mendorong anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah agar kembali mengakses pendidikan.

Meski sejumlah perkembangan mulai terlihat, Sinta menegaskan bahwa hasil akhir pendampingan masih memerlukan waktu untuk dievaluasi. Karena itu, kesinambungan pendampingan dan keterlibatan seluruh unsur PKK menjadi penting agar perubahan yang mulai tumbuh dapat terus berlanjut.

Ia juga mendorong TP-PKK kabupaten di seluruh NTB mengambil desa percontohan Desa Berdaya di wilayah masing-masing. Dengan demikian, dukungan PKK terhadap program tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Seluruh PKK kabupaten juga kami arahkan untuk mengambil pilot project di desa-desa berdaya di kabupaten masing-masing. Jadi, semua bergerak bersama untuk mendukung program ini,” tandasnya. (bul)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI