Bima (globalfmlombok.com)– Kecelakaan laut yang menimpa kapal nelayan KMN Putri Novi di perairan Toro Mangeata-Gili Banta, mendorong pemerintah dan aparat mengingatkan nelayan agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih berpotensi terjadi di perairan Bima dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang,” ujarnya, Minggu (21/6).
Selain bencana di daratan, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan laut juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang. Menurutnya, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan.
Peringatan tersebut mengemuka setelah KMN Putri Novi mengalami kecelakaan laut di kawasan Toro Mangeata-Gili Banta, Kamis (18/6) malam. Kapal nelayan berbobot 5 GT yang berlayar dari Nangalili, Nusa Tenggara Timur menuju Pelabuhan Sape itu dilaporkan menabrak karang dan kandas setelah menghadapi arus kuat serta kondisi pasang surut laut.
Sat Polairud Polres Bima Kota yang menerima laporan dari masyarakat langsung melakukan evakuasi bersama sejumlah unsur terkait. Seluruh awak kapal berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Pantai (PPI) Sape.
Pasca kejadian tersebut, Sat Polairud Polres Bima Kota meningkatkan edukasi keselamatan kepada nelayan di kawasan Pelabuhan Sape. Imbauan diberikan agar nelayan tidak mengabaikan faktor keselamatan sebelum melaut.
“Imbauan ini diberikan sebagai langkah preventif pasca insiden kapal nelayan yang kandas di perairan Gili Banta. Kami mengingatkan para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berlayar dan lebih waspada terhadap perubahan kondisi cuaca di laut,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih.
Selain memperhatikan prakiraan cuaca, nelayan juga diminta memastikan ketersediaan alat keselamatan di atas kapal. Penggunaan pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya dinilai penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi keadaan darurat di laut.
“Para nelayan juga diimbau untuk tidak memaksakan diri berlayar apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan dan selalu memperhatikan informasi cuaca yang dikeluarkan oleh instansi terkait,” ujarnya.
BPBD dan aparat kepolisian berharap kejadian yang menimpa KMN Putri Novi menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut dan nelayan untuk mengutamakan aspek keselamatan, terutama saat cuaca dan kondisi gelombang sedang tidak bersahabat. (hir)


