BerandaBerandaBMKG: Potensi Hujan di NTB Masih Terjadi Jelang Musim Kemarau

BMKG: Potensi Hujan di NTB Masih Terjadi Jelang Musim Kemarau

Mataram (globalfmlombok.com)-

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi NTB memprediksi potensi hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat menjelang musim kemarau akhir bulan Mei 2026.

Forecaster on duty BMKG NTB, Nindya Kirana dan Suci Agustiarini, menyebutkan sebagian wilayah NTB saat ini mulai memasuki musim kemarau, sementara wilayah lainnya masih berada dalam masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

Dalam informasi iklim dasarian II Mei 2026, BMKG mencatat curah hujan di NTB secara umum masih berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni berkisar 0–150 milimeter per dasarian.

Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Lenek Duren, Kabupaten Lombok Timur, dengan intensitas mencapai 218 milimeter per dasarian.

“Sifat hujan pada dasarian II Mei 2026 di wilayah NTB umumnya berada pada kategori atas normal,” tulis BMKG dalam laporan tersebut.

BMKG juga mencatat monitoring hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) di NTB umumnya berada pada kategori sangat pendek hingga menengah, yakni 1–20 hari. HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan Donggo, Kabupaten Bima, selama 19 hari.

BMKG juga mengamati dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, sementara aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) saat ini berada pada fase aktif di Samudra Hindia sebelum diprediksi melemah secara bertahap.

Untuk dasarian III Mei 2026 atau periode 21–31 Mei, BMKG memprediksi peluang hujan dengan intensitas di atas 50 milimeter per dasarian mencapai 50–80 persen di hampir seluruh wilayah NTB.

Selain itu, terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian sebesar 10–40 persen di sebagian wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Bima.

Meski demikian, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi maupun peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode tersebut.

BMKG tetap mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba selama masa peralihan musim.

“Masyarakat dapat memanfaatkan hujan yang masih terjadi guna mengantisipasi kekeringan yang umumnya terjadi pada musim kemarau,” tulis BMKG.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan drainase, serta memperhatikan kondisi debit air di wilayah masing-masing.(r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI