Giri Menang (globalfmlombok.com) – Banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Rabu (21/1/2026) malam hingga Kamis dini hari. Banjir merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong. Selain kerusakan permukiman, warga terdampak mulai mengalami gangguan kesehatan serta krisis air bersih.
Berdasarkan data yang dihimpun, ribuan rumah warga yang terendam banjir tersebar di sedikitnya enam desa. Kondisi pascabanjir membuat warga mulai mengeluhkan penyakit kulit dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Saudi, warga Kebeng, mengatakan sebagian warga mengalami gatal-gatal akibat terendam air banjir.
“Tidak ada yang sakit berat, tapi yang gatal-gatal banyak. Tim puskesmas sudah turun ke lokasi untuk pelayanan,” ujarnya, Rabu.
Banjir susulan melanda wilayah Kebeng dan Bengkang pada Selasa malam (20/1/2026) sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 Wita. Saat itu warga sudah dalam kondisi waspada karena hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut. Genangan air cukup parah dan masuk ke rumah-rumah penduduk. Warga berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk mengurangi risiko banjir susulan.
Di Kecamatan Sekotong, Kepala Dusun Selodong, Desa Persiapan Blongas, Juma’ah, mengatakan banjir kembali menerjang wilayahnya sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Akibatnya, sekitar 100 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 170 orang terdampak dan mengalami krisis air bersih.
“Jumlah KK yang terdampak kekurangan air bersih sekitar 100 KK, dengan jumlah jiwa kurang lebih 170 orang,” katanya.
Kondisi tersebut telah dilaporkan ke pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan. Ia berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan air bersih.
“Curah hujan masih tinggi dan warga waswas banjir susulan bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Penjabat Kepala Desa Persiapan Pengantap, Saidi, juga membenarkan terjadinya banjir susulan di beberapa dusun, seperti Dusun Kebeng dan Bengkang.
“Banjir susulan terjadi Selasa malam. Kondisi pascabanjir pekan lalu belum pulih, tapi sudah diterjang lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Perampuan, H M Zubaidi, menjelaskan berdasarkan laporan dari empat kepala dusun, jumlah warga terdampak banjir di wilayahnya mencapai sekitar 782 orang. Rinciannya, Dusun Bayan Pengsong sebanyak 50 KK, Dusun Karang Bayan 175 KK, Dusun Kerepet 298 KK, dan Dusun Kapitan 259 KK.
Ia menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Selain itu, kiriman air dari wilayah timur memperparah kondisi sehingga sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Kami turun langsung bersama Tagana untuk mengecek kondisi warga yang mengungsi, terutama anak-anak. Kami berharap Puskesmas Perampuan segera melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Zubaidi juga menyoroti persoalan tata ruang yang dinilai memperburuk situasi banjir. Menurutnya, pembangunan perumahan yang tidak tertata mengganggu aliran sungai.
“Pembangunan perumahan menjadi penyebab kedua. Setelah perumahan dibangun, aliran sungai jadi tidak jelas,” katanya.
Ia memperkirakan genangan air akan surut dalam tiga hingga empat hari jika tidak ada hujan lanjutan. Namun, jika hujan kembali turun, jumlah warga terdampak diprediksi bertambah. Karena itu, ia berharap Pemkab Lombok Barat melalui BPBD segera turun memberikan bantuan.
Di Desa Bajur, banjir juga menimpa warga Dusun Pohdodol. Kepala Dusun Pohdodol, H Syukri, mengatakan sekitar 45 warga terdampak banjir di wilayah tersebut.
“Jumlah warga terdampak sekitar 45 orang,” ujarnya.
Banjir di dusun itu diduga disebabkan hujan deras yang turun sejak Rabu malam serta belum adanya peninggian talud sungai di sisi barat permukiman.
Berdasarkan data BPBD Provinsi NTB, banjir di Lombok Barat melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong. Di Kecamatan Labuapi, banjir terjadi di Desa Perampuan (BTN Pepabri) dan Desa Bajur. Di BTN Pepabri, tercatat 22 KK dengan 22 unit rumah terendam. Sementara di Kecamatan Sekotong, banjir melanda empat desa, yakni Desa Sekotong Tengah, Desa Cendi Manik, Desa Taman Baru, dan Desa Persiapan Blongas. Hingga kini, dampak banjir di wilayah Sekotong masih dalam tahap asesmen. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” anjir Kembali Terjang Lobar, Warga Mulai Terjangkit Penyakit dan Krisis Air Bersih “


