Mataram (globalfmlombok.com) —
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Perwakilan Kemenkeu Satu NTB mencatat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah NTB hingga Triwulan III 2026 terus menunjukkan tren positif. Penyerapan anggaran tersebut diakselerasi secara optimal untuk menopang pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif serta mendukung berbagai program prioritas nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran Wilayah II Kanwil DJPb Provinsi NTB, Adi Widiandana, dalam agenda laporan Assets and Liabilities Committee (ALCo) September 2026 sekaligus Konferensi Pers APBN Kita Triwulan III 2026 di Kantor DJPb NTB, Mataram, Selasa (20/10/2026).
“Perekonomian NTB mencatatkan ekspansi ekonomi riil yang signifikan dengan pertumbuhan mencapai 7,41 persen pada Triwulan II 2026,” ujar Adi Widiandana.
Ia menjelaskan, kinerja positif perekonomian NTB ditopang oleh penyaluran kredit yang terus tumbuh per September 2026, serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus berkat melonjaknya ekspor hasil pengolahan smelter.
Di samping itu, indikator kesejahteraan masyarakat juga makin membaik, ditandai dengan penurunan tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, serta rasio Gini yang berada di angka 0,368. Daya beli masyarakat di sektor pertanian dan perikanan juga tetap terjaga baik, terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) bulan September 2026 yang konsisten di atas angka 100. Namun demikian, inflasi NTB bulan September 2026 tercatat berada di atas rentang target (2,5 ± 1%), yang dipicu oleh kelompok makanan, minuman, tembakau, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
Capaian Pendapatan Negara Lampaui Target
Hingga 30 September 2026, realisasi Pendapatan Negara dan Hibah di NTB telah mencapai Rp4.469,70 miliar atau 86,73 persen dari target APBN sebesar Rp5.153,55 miliar.
Rincian penerimaan tersebut meliputi:
- Penerimaan Perpajakan: Terealisasi sebesar Rp3.707,95 miliar (83,63% dari target), terdiri atas Pajak Dalam Negeri sebesar Rp2.199,56 miliar dan Pajak Perdagangan Internasional yang tumbuh melampaui target hingga Rp1.508,39 miliar (159,57% dari target).
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Mencatatkan pertumbuhan sangat kuat melampaui target tahunan hingga 105,79 persen dengan nilai realisasi Rp761,75 miliar. Capaian ini utamanya didorong oleh pendapatan layanan pendidikan dan kesehatan dari Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp407,49 miliar serta PNBP Kementerian/Lembaga (seperti layanan paspor, BPKB/STNK, dan kepariwisataan) sebesar Rp354,26 miliar.
Realisasi Belanja Negara Capai Rp19,16 Triliun
Dari sisi pengeluaran, realisasi Belanja Negara di Provinsi NTB telah tersalurkan sebesar Rp19.161,78 miliar atau 75,90 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp25.278,94 miliar.
Komponen Belanja Pemerintah Pusat (BPP) terealisasi sebesar Rp6.696,23 miliar (65,55%), yang dimanfaatkan untuk:
- Belanja Pegawai: Rp3.652,92 miliar.
- Belanja Barang: Rp2.045,66 miliar, yang dialokasikan untuk program stabilisasi pangan, penguatan kualitas perguruan tinggi, peningkatan fasilitas kesehatan, sarana perumahan, serta penanggulangan bencana.
- Belanja Modal: Tersalurkan sebesar Rp991,08 miliar untuk memacu pembangunan infrastruktur daerah seperti jaringan irigasi, jalan, jembatan, dan gedung bangunan melalui Kementerian PU.
- Belanja Bantuan Sosial: Tersalurkan sebesar Rp6,54 miliar berupa bantuan ATENSI Rehabilitasi Sosial bagi anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.
DJPb NTB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kelancaran penyaluran APBN hingga akhir tahun agar anggaran negara benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat.(ris)


