BerandaPemerintahanLombok TimurSaluran Irigasi di Lotim Jadi “Tempat Pembuangan Sampah”

Saluran Irigasi di Lotim Jadi “Tempat Pembuangan Sampah”

Selong (globalfmlombok.com)– Sebagai ibu kota Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Kota Selong dinilai masih jauh dari predikat kota bersih. Kondisi tersebut tampak jelas dari saluran air di pusat kota, khususnya di kawasan samping Taman Rinjani Selong yang dipenuhi tumpukan sampah.
Tumpukan sampah yang terlihat sebagian besar merupakan sisa makanan. Diduga, pengunjung dan pedagang yang ada di sepanjang pinggiran taman Rinjani ini membuang sampah sembarangan ke saluran.

Camat Selong, Lalu Ridho Arindi, menjawab Suara NTB, Selasa (19/5/2026) mengakui bahwa persoalan sampah di saluran merupakan pekerjaan rumah yang cukup berat. Menurutnya, seluruh saluran di Kota Selong sudah kerap kali dibersihkan. Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim pun telah berjibaku membersihkan dan mengangkut sampah. Namun, tidak berselang lama setelah dibersihkan, sampah kembali menumpuk.

“Tingkat kesadaran masyarakat tentang cara penanganan sampah perlu ditingkatkan. Masih banyak warga yang membuang sampah di saluran,” ujar Lalu Ridho Arindi.

Ia juga mengungkapkan, petugas kebersihan sudah menjadwalkan waktu pembuangan sampah. Masyarakat diminta membuang sampah pada pukul 10.00 Wita agar bisa langsung diangkut petugas. Namun faktanya, banyak warga yang membuang sampah di luar waktu yang ditentukan, bahkan di atas pukul 06.00 pagi.

Camat menegaskan, kondisi saluran yang kotor ini menjadi atensi serius ke depan. Pemerintah akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan.

Sebelumnya pernah dibuat di sejumlah tempat ada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di Kota Selong. Bak-bak warna kuning di pinggir jalan ini menjadi tempat menaruh sampah sebelum kemudian diangkut. Kata Camat Ridho, bak TPS sementara itu kurang baik secara estetika di pinggir jalan. Karena itulah kemudian dirusak.

Harapannya ke depan, semakin meningkat tingkat kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Petugas kebersihan kemudian bisa lebih tepat waktu melakukan pengangkutan. Selain itu, diharapkan petugas bisa menjangkau di tengah perkampungan warga yang notabenenya cukup padat penduduk. Seperti di wilayah Kelurahan Pancor yang membutuhkan atensi penanganan sampah di tengah perkampungan.

Sementara itu, Kepala Dinas LH Lotim, Dr. H. Pathurrahman, menyatakan tidak ingin menyalahkan masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan edukasi agar membuang sampah pada tempatnya.

“Petugas kebersihan DLH Lotim setiap hari tanpa henti melakukan pembersihan, termasuk di samping Taman Rinjani Selong. Namun sampah kembali tertumpuk,” jelasnya.

Kadis LH Lotim menegaskan pihaknya siap mengerahkan pasukan petugas kebersihan untuk membersihkan saluran tersebut secara berkala. Ia berharap kesadaran masyarakat segera meningkat sehingga upaya kebersihan bisa berjalan efektif dan berkelanjutan. (rus)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI