BerandaBerandaBulan Oktober, Pemprov NTB Kejar Target Inflasi Turun di Bawah 4 Persen

Bulan Oktober, Pemprov NTB Kejar Target Inflasi Turun di Bawah 4 Persen

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan angka inflasi di daerah ini dapat turun dan terkendali di bawah 4 persen pada Oktober 2026. Upaya penekanan laju inflasi tersebut salah satunya ditempuh melalui penambahan pasokan bahan pokok penting (bapokting) ke sejumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga akibat kendala transportasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, H. Lalu Wiranata, menjelaskan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas sempat tercatat di beberapa kabupaten, seperti Bima, Dompu, Kabupaten Lombok Utara (KLU), serta wilayah Lombok Timur bagian selatan. Di Kabupaten Bima misalnya, tingkat kenaikan harga tercatat berada di atas 4 persen.

“Di tempat-tempat yang jauh terjadi kenaikan mungkin karena aspek transportasi ini. Kemarin saya ketemu dengan Dirjen Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di bidang Direktorat Pengawasan Bapokting, dan sudah kita minta agar beberapa komoditas itu pasokannya harus ditambah karena dari daerah tidak cukup,” ujar Lalu Wiranata akhir pekan kemarin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi year on year NTB pada September lalu berada di angka 4,18 persen. Memasuki Oktober ini, Pemprov NTB mendorong agar angka tersebut dapat ditekan turun ke bawah angka 4 persen, bahkan mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yaitu di kisaran 3,5 persen.

Selain bahan kebutuhan pokok, kelangkaan material bangunan seperti semen turut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi menyumbang inflasi. Menurut Lalu Wiranata, kelangkaan semen di pasaran belakangan ini terjadi akibat terganggunya produksi pabrik yang terkendala pasokan batubara, serta kerusakan alat pengemasan di Pelabuhan Lembar.

Kendati demikian, pihak Disperindag NTB telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Perdagangan agar pabrik-pabrik segera memenuhi kuota pasokan untuk wilayah NTB. Saat ini, distribusi pasokan semen dilaporkan mulai berangsur normal dan lancar kembali.

“Biasanya menjelang akhir tahun, 40.000 ton semen sudah harus tersedia di sini karena proyek-proyek pemerintah mulai berjalan, apalagi sekarang pembangunan KDKMP mulai berjalan. Kelangkaan bahan penting ini tentu bisa berdampak pada inflasi, dan ini yang terus kita antisipasi,” pungkasnya. (ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI