SELAMA bertahun-tahun, Pantai Kahona hanya dikenal dari cerita para nelayan dan penjelajah yang berani menyusuri perairan terpencil di selatan Lombok Timur. Kini, pantai berpasir putih yang berada di Teluk Dalam, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, itu resmi diperkenalkan sebagai destinasi wisata baru.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur meluncurkan Pantai Kahona pada Sabtu (17/1/2026). Peluncuran tersebut menandai dibukanya akses darat menuju kawasan yang sebelumnya hanya dapat dijangkau melalui jalur laut.
Pantai Kahona berada di kawasan teluk yang tenang dengan garis pantai landai dan dikelilingi perbukitan hijau. Akses jalan baru yang membelah perbukitan Jerowaru kini mengantarkan pengunjung langsung ke bibir pantai, menghadirkan pemandangan alam yang masih alami dan relatif belum tersentuh.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H Muhammad Juaini Taofik, mengatakan kehadiran Pantai Kahona menjadi tambahan penting bagi pengembangan pariwisata daerah, khususnya di wilayah selatan Lombok Timur.
“Destinasi ini menawarkan pesona alam yang masih asri. Perpaduan bukit-bukit hijau dan ketenangan Teluk Dalam memberikan pengalaman wisata yang berbeda,” ujar Juaini Taofik saat peluncuran.
Sebelum akses darat dibuka, Pantai Kahona dikenal sebagai kawasan terisolasi. Pengunjung hanya dapat mencapainya melalui jalur laut dengan menyewa perahu dari Pantai Pink. Kondisi tersebut membuat pantai ini relatif terjaga dari aktivitas massal dan tetap mempertahankan kealamiannya.
Nama Kahona, menurut pengurus Gerakan Pemuda Selatan (GPS) Gusti Abenk, merupakan singkatan dari Karya Harmonis Nusantara. Saat ini, pengelolaan Pantai Kahona berada di bawah lembaga GPS yang melibatkan masyarakat setempat.
Pengunjung dikenakan biaya parkir Rp 10.000 untuk sepeda motor dan Rp 25.000 untuk mobil. Dari Kota Selong, ibu kota Kabupaten Lombok Timur, Pantai Kahona dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam dengan jarak sekitar 40 kilometer.
Pantai ini menawarkan berbagai aktivitas wisata, mulai dari berenang di teluk yang tenang, memancing, berkemah, hingga menikmati matahari terbit. Kehadirannya melengkapi deretan destinasi unggulan di Lombok Selatan, seperti Pantai Pink, Tanjung Ringgit, dan Pantai Segui.
Meski telah dibuka, pengelola masih berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah. “Kami berharap perbaikan jalan masuk sekitar 300 meter yang masih perlu penataan, serta pengadaan berugak untuk kenyamanan pengunjung,” kata Gusti Abenk.
Dengan terbukanya akses ke Pantai Kahona, pemerintah daerah berharap destinasi ini tidak hanya menjadi alternatif wisata baru, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Kami mengajak masyarakat, baik lokal maupun wisatawan, untuk menjadikan Pantai Kahona sebagai pilihan berlibur,” ujar Juaini Taofik.
Pantai Kahona kini tak lagi menjadi rahasia. Destinasi ini hadir sebagai pilihan wisata yang menawarkan ketenangan, keasrian, dan pengalaman alam yang autentik di Lombok Timur. (*)


