BerandaBerandaBRIN - Komisi X DPR RI Dorong Penguatan Jurnalisme Sains di NTB

BRIN – Komisi X DPR RI Dorong Penguatan Jurnalisme Sains di NTB

Mataram (globalfmlombok.com)-

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB menggelar sosialisasi teknik penulisan berita ilmiah populer untuk memberikan wawasan dan informasi yang edukatif kepada para pembaca. Kegiatan berlangsung di Mataram, Sabtu 16 Mei 2026.

Kegiatan yang menghadirkan peneliti BRIN, Mega Mardita, itu menekankan pentingnya kemampuan wartawan dalam membaca, membingkai, dan memverifikasi informasi ilmiah agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang menyesatkan.

Dalam materi bertajuk “Jurnalisme Sains di Era AI dan Disinformasi”, Mega menjelaskan bahwa media saat ini memegang peran penting sebagai agen pengetahuan publik di tengah semakin kompleksnya isu berbasis sains dan teknologi.

Ia menilai hampir seluruh persoalan publik saat ini bersinggungan dengan sains, mulai dari perkembangan teknologi dan AI, krisis global, hingga kebijakan berbasis data. Karena itu, media dituntut mampu menerjemahkan bahasa ilmiah yang rumit menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat.

“Publik tidak hanya ingin tahu bahwa penelitian dilakukan, tetapi mengapa mereka harus peduli terhadap hasil riset tersebut,” ujar Mega dalam pemaparannya.

Menurutnya, banyak berita sains gagal menarik perhatian publik karena terlalu teknis dan dipenuhi jargon ilmiah. Padahal masyarakat lebih tertarik pada dampak nyata hasil penelitian terhadap kehidupan sehari-hari.

Mega memperkenalkan formula dasar jurnalisme sains yang menitikberatkan pada tiga unsur, yakni temuan, dampak, dan manusia. Hasil penelitian, kata dia, harus diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi publik.

Selain itu, peserta juga dibekali teknik cepat membaca jurnal ilmiah dengan memahami abstrak, metode penelitian, hingga kesimpulan agar tidak terjadi pemberitaan berlebihan terhadap hasil riset yang masih prematur.

Ia juga mengingatkan wartawan agar tidak terjebak pada kesalahan umum dalam pemberitaan sains, seperti menyamakan korelasi dengan kausalitas serta terlalu cepat mengutip hasil riset preprint yang belum melewati proses peer review.

Menurut Mega, perkembangan AI kini menghadirkan tantangan baru dalam dunia jurnalistik, mulai dari deepfake audio dan video, artikel sintetis, jurnal palsu, hingga halusinasi AI yang dapat memanipulasi data dan informasi.

Karena itu, wartawan masa depan dituntut memiliki kemampuan verifikasi berlapis, literasi data, serta kemampuan berpikir kontekstual yang tidak dapat sepenuhnya digantikan teknologi AI.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang hadir melalui sambungan Zoom, menilai penguatan kapasitas wartawan penting agar informasi berbasis riset dapat dipahami publik secara benar dan tidak menimbulkan disinformasi.

“Di era digital dan perkembangan AI saat ini, wartawan dituntut tidak hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu memverifikasi dan menerjemahkan informasi ilmiah agar mudah dipahami masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas insan pers, khususnya di NTB,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara BRIN, DPR RI, dan PWI NTB merupakan langkah strategis dalam membangun literasi publik berbasis data dan riset ilmiah.

“Kita ingin hasil-hasil riset tidak berhenti di ruang akademik saja, tetapi bisa diterjemahkan menjadi informasi yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Media memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia riset dan publik,” katanya.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Pulau Lombok itu juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya disinformasi dan manipulasi konten berbasis AI yang kini semakin sulit dibedakan dari informasi asli.

“Pers harus tetap menjadi penjaga kepercayaan publik. Verifikasi, akurasi, dan etika jurnalistik harus tetap menjadi fondasi utama di tengah banjir informasi digital,” pungkasnya.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI