Mataram (globalfmlombok.com) —
Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN (Kemendukbangga) terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting serta mencegah pernikahan usia anak di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah nyata ini diwujudkan melalui agenda “Sosialisasi Program Bangga Kencana” yang digelar bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI di Futsal Krisna, Pagesangan, Kota Mataram, Senin (12/10/2026).
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh ratusan warga dan difasilitasi langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI Dapil NTB II H. M. Muazzim Akbar, bersama jajaran Perwakilan BKKBN (Kemendukbangga) Provinsi NTB.
Anggota Komisi IX DPR RI, H. M. Muazzim Akbar, menegaskan bahwa penanganan stunting dan pencegahan pernikahan dini merupakan salah satu prioritas strategis pemerintah dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemerintah betul-betul fokus menjadikan penekanan angka stunting dan pencegahan pernikahan anak sebagai prioritas utama program Kemendukbangga. Kita tahu angka stunting di NTB sebelumnya tergolong tinggi, mencapai hampir 40 persen (39,9%), dengan sebaran di hampir seluruh kabupaten/kota, khususnya di daerah padat penduduk seperti Lombok Timur,” ujar Muazzim dalam keterangannya.
Muazzim menjelaskan, pencegahan stunting harus dilakukan secara hulu ke hilir, dimulai dari masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau usia bayi lima tahun. Jika intervensi terlambat dilakukan, dampak terhadap daya tumbuh, tingkat kecerdasan, dan kesehatan fisik anak tidak akan optimal.
“Strategi penanganan tidak hanya dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi, tetapi juga selaras dengan program prioritas Presiden, seperti pemberian makanan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Seluruh kementerian kini bergerak bersama secara terintegrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN (Kemendukbangga) Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud kolaborasi erat antara Kemendukbangga dan Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja strategis.
“Melalui kolaborasi ini, program-program pembangunan keluarga dari Kemendukbangga dapat disosialisasikan secara langsung kepada masyarakat. Harapan kita tidak hanya sebatas tersampaikannya informasi, tetapi masyarakat benar-benar mempraktikkan gaya hidup sehat untuk mencegah stunting serta menghindari ‘4 Terlalu’ dalam perencanaan keluarga,” ungkap Lalu Makripuddin.
Prinsip ‘4 Terlalu’ yang dimaksud meliputi melahirkan di usia Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak, serta jarak kelahiran yang Terlalu Dekat. Edukasi mengenai penggunaan alat kontrasepsi yang tepat dan pendewasaan usia perkawinan menjadi kunci penting untuk melindungi fisik dan mental ibu muda serta calon anak.
Sebagai bagian dari percepatan capaian program nasional, BKKBN Provinsi NTB mengagendakan sosialisasi serupa di 12 titik lokasi yang tersebar di wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Barat. Melalui pergerakan yang masif ini, pemerintah optimistis dapat menciptakan generasi muda NTB yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.(ris)


