Mataram (globalfmlombok.com) – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB periode 2025-2030 mendapat perhatian dan ekspektasi tinggi dari Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk mendukung pembangunan, baik di daerah, maupun ditingkat nasional.
Ekspektasi itu kemudian menjadi spirit bagi pengurus KADIN NTB yang dinakhodai H. Faurani ini.
“Harapannya Pak Gubernur dan Pak Anin tinggi sekali kepada Kadin. Maka kami harus menerjemahkan itu untuk kami jawab dalam bentuk aksi nyata,” kata Wakil Ketua Kadin NTB, Lalu Anas Amrullah di Mataram, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, Kadin NTB sedang menyiapkan katalog produk yang bisa menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal ke pasar global. Konsep tersebut mengadopsi platform “We Buy from Indonesia” milik Kadin Indonesia yang menampilkan berbagai produk Indonesia yang telah digunakan perusahaan besar dunia.
Katalog produk NTB ini nantinya dapat digunakan pemerintah maupun Kadin untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada calon pembeli dan mitra bisnis dari luar negeri.
Targetnya bahkan sudah mulai diarahkan pada ekspor perdana yang diinisiasi Kadin NTB. Produk kerajinan tangan atau handicraft menjadi salah satu kandidat.
Namun, Lalu. Anas mengakui tantangan terbesar bukan sekadar mencari pasar. Kapasitas produksi industri kecil di NTB masih terbatas. Permintaan dalam jumlah besar bisa sulit dipenuhi karena produksi para pengrajin belum terorganisasi dalam skala industri.
Karena itu, Kadin menyiapkan skema yang memungkinkan sekolah atau SMK dilibatkan dalam proses produksi, sekaligus membangun peran offtaker.
Offtaker nantinya berfungsi menyiapkan bahan baku dengan standar yang seragam, melakukan proses awal atau finishing, kemudian mendistribusikan bahan setengah jadi kepada para pengrajin.
“Dengan begitu kualitasnya bisa sama,” ujarnya.
Selain ekspor, Kadin NTB juga mulai mengarahkan investasi ke sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. Konsep yang didorong adalah sustainable investment atau investasi berkelanjutan.
Ada tiga sektor yang dibidik, yakni energi terbarukan, ekowisata, dan carbon storage.
Untuk energi terbarukan, Kadin melihat peluang menarik investasi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sementara di sektor pariwisata, investasi diarahkan pada pengembangan kawasan wisata berbasis keberlanjutan.
Yang cukup menarik adalah rencana pengembangan carbon storage berbasis rumput laut. NTB memiliki potensi rumput laut yang dapat dikembangkan bukan hanya sebagai komoditas perdagangan, tetapi juga bagian dari skema ekonomi karbon.
“Kita sedang menginisiasi carbon storage menggunakan rumput laut,” katanya.
Gagasan ini dinilai relevan dengan potensi NTB sekaligus tren investasi global yang semakin mengarah pada ekonomi hijau.
Kadin NTB juga mulai memperkuat perannya sebagai penghubung antara pemerintah dengan dunia usaha, khususnya dalam membuka akses investasi dan perdagangan internasional.
Lalu. Anas mencontohkan, pertemuan dengan Duta Besar Bulgaria yang sebelumnya bertemu Gubernur NTB, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Kadin NTB. Menurut dia, pola semacam itu akan terus didorong. Kadin tidak ingin pertemuan dengan calon investor atau mitra dagang berhenti pada pertukaran informasi dan seremoni.
“Dan kepada Dubes Bulgaria, kami bilang, mana businessman kamu? Kami ingin ketemu. Supaya pintunya benar-benar konkret,” ujarnya.
Pola ini menurutnya sejalan dengan komitmen Gubernur NTB, Lalu. Iqbal yang akan melibatkan Kadin dalam agenda misi dagang maupun ketika menerima tamu dari luar daerah dan luar negeri. (bul)


