Praya (globalfmlombok.com) – Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, dan Jorge Martin menyampaikan kesan berbeda setelah menuntaskan balapan MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026.
Dalam wawancara seusai balapan, ketiganya mengungkapkan strategi, tantangan fisik, hingga evaluasi performa sepanjang akhir pekan di Mandalika.
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengaku sangat bahagia bisa kembali berdiri di podium tertinggi. Kemenangan di Mandalika terasa semakin berarti setelah ia gagal menyelesaikan sprint race pada Sabtu akibat insiden di tikungan pertama.
Bezzecchi mengatakan, awal balapan utama tidak berjalan mudah. Raul Fernandez mampu tampil lebih kuat pada beberapa lap pertama, sehingga ia harus bekerja keras menjaga jarak agar tidak kehilangan kesempatan bersaing untuk kemenangan.
“Saya ingin tetap berada di depan. Namun, pada awal balapan, Raul jauh lebih kuat daripada saya. Sulit untuk terus menempel dan saya tidak ingin kehilangan terlalu banyak waktu,” ujar Bezzecchi dalam wawancara seusai balapan.
Setelah beberapa lap, ia mulai menemukan ritme dan merasa lebih nyaman mengendarai motornya. Bezzecchi memilih menjaga jarak dengan Raul Fernandez sambil menunggu kesempatan untuk menyerang pada fase akhir balapan.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Bezzecchi berhasil mengambil alih posisi terdepan dan menyelesaikan balapan sebagai juara MotoGP Mandalika 2026.
“Setelah beberapa lap, saya menemukan ritme dan mulai berkendara dengan baik. Saya tahu jika bisa tetap dekat, tetapi tidak terlalu dekat, mungkin saya punya sesuatu yang lebih untuk akhir balapan. Itulah yang saya coba lakukan,” katanya.
Ia mengaku puas karena seluruh strategi berjalan sesuai harapan dan dapat menikmati jalannya balapan.
Raul Fernandez Finis Kedua dengan Dua Jari Patah
Kisah perjuangan paling mencuri perhatian datang dari Raul Fernandez, pembalap Trackhouse MotoGP Team. Ia berhasil finis kedua meski harus menahan rasa sakit akibat dua jari tangan kanannya yang patah setelah kecelakaan pada sprint race sehari sebelumnya.
Fernandez mengaku sempat meragukan kemampuannya untuk mengikuti balapan ketika bangun pada Minggu pagi. Rasa sakit yang dialaminya membuat jari yang digunakan untuk mengoperasikan tuas rem sulit digerakkan.
“Rasa sakitnya sangat kuat. Saya merasa tidak bisa menggerakkan jari.
Pertanyaannya bukan lagi apakah saya bisa balapan, melainkan apakah saya bisa mengendalikan motor dengan kondisi jari yang patah,” kata Fernandez.
Ia akhirnya memutuskan untuk tetap berlomba. Pada awal balapan, Fernandez mampu menjaga kecepatan dan bersaing di depan. Namun, setelah sekitar 10 hingga 11 lap, rasa sakit mulai memengaruhi konsentrasinya dan ia melakukan beberapa kesalahan.
Fernandez kemudian sedikit melebar dan menyadari bahwa mempertahankan posisi terdepan akan semakin sulit. Bezzecchi akhirnya menyalipnya, tetapi ia tetap berusaha menjaga fokus hingga garis finis.
“Ini podium yang sangat penting bagi saya karena secara mental balapan hari ini sangat berat. Terima kasih kepada tim yang selalu percaya dan mendukung saya,” ujarnya.
Jorge Martin Kembali Pimpin Klasemen
Sementara itu, Jorge Martin menilai posisi ketiga merupakan hasil maksimal yang dapat diraihnya dalam balapan utama di Mandalika. Pembalap Aprilia Racing ini mengakui Bezzecchi dan Fernandez memiliki kecepatan lebih baik pada sejumlah bagian lintasan, terutama di tikungan cepat.
Martin mengatakan, sepanjang akhir pekan ia berusaha menyesuaikan gaya berkendara dan meningkatkan kecepatan agar dapat menyamai performa kedua rivalnya tersebut.
“Target saya hari ini adalah finis ketiga. Sepanjang akhir pekan, Raul dan Marco berada di depan saya. Saya mencoba menyamai kecepatan mereka, tetapi pada beberapa tikungan mereka sangat cepat,” ujarnya.
Ia mengaku kecewa karena kehilangan kesempatan meraih kemenangan pada sprint race sehari sebelumnya. Namun, Martin menilai balapan utama menjadi kesempatan untuk memperbaiki hasil dan mengumpulkan poin penting dalam perebutan gelar juara dunia.
Menurutnya, kemampuan menjaga konsistensi menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan kecepatan untuk memenangi setiap balapan.
Martin pun menyambut positif hasil di Mandalika karena kembali mengambil alih posisi teratas klasemen sementara kejuaraan dunia MotoGP 2026. Ia menegaskan akan terus berusaha meningkatkan performa pada seri-seri berikutnya.
“Saya senang bisa kembali naik podium untuk ketiga kalinya secara beruntun. Saya merasa semakin cepat dan semakin kompetitif. Saya akan fokus pada seri berikutnya,” katanya. (bul/kir)


