Mataram (globalfmlombok.com)
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau fasilitas pengolahan plastik Block Solutions Indonesia yang berlokasi di kawasan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, Sabtu, 6 Desember. Kedatangan Menko Pangan disambut Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., serta Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, S.Th.I.
Dalam kunjungan itu, Zulkifli Hasan yang didampingi anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar, melihat langsung proses produksi balok bangunan berbahan plastik daur ulang. Menurut dia, inovasi seperti ini memiliki nilai strategis bagi masa depan pengelolaan lingkungan.
“Pemanfaatan plastik daur ulang seperti ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang besar bagi industri hijau di daerah. NTB punya potensi besar dan perlu kita dorong bersama,” ujar Zulhas, sapaan akrabnya.
Block Solutions Indonesia dikenal sebagai pabrik pengolahan plastik terbesar di NTB. Produk balok bangunan yang dihasilkan dinilai berpotensi mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama dalam penyediaan bahan bangunan ramah lingkungan.
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi mengatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan teknologi di daerah. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang lahir di NTB tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Kunjungan Menko Pangan ke fasilitas tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri. Kolaborasi ini, menurut BRIDA NTB, akan mendorong pemanfaatan teknologi daur ulang yang lebih luas dan aplikatif.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, inovasi seperti Block Solutions bisa berkembang lebih cepat dan memberi kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di NTB,” kata Gede Aryadi.
BRIDA NTB berharap teknologi ramah lingkungan tersebut dapat terus diperluas pemanfaatannya, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat industri hijau yang tengah tumbuh di Nusa Tenggara Barat.(r)


