BerandaBerandaRevitalisasi Irigasi dan Pompanisasi, Gubernur Akui Berikan Dampak Nyata pada Peningkatan Produksi...

Revitalisasi Irigasi dan Pompanisasi, Gubernur Akui Berikan Dampak Nyata pada Peningkatan Produksi Pertanian

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Tasyakuran Swasembada Pangan Tingkat Provinsi NTB di Banyu Urip, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (7/1/2026). Hadir juga Wakil Bupati (Wabup) Lobar Hj. Nurul Adha.

Pada kesempatan ini, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa program revitalisasi irigasi dan pompanisasi yang mulai dijalankan Pemerintah Provinsi NTB telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pertanian. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara
“Alhamdulillah, dampaknya sangat nyata. Lahan yang sebelumnya hanya bisa panen satu kali, kini bisa dua kali, bahkan di beberapa tempat sudah bisa panen hingga tiga kali dalam setahun. Ini baru pertama kali terjadi setelah lebih dari 15 tahun,” ungkap Gubernur.

Selain peningkatan produktivitas, Gubernur juga menyoroti kebijakan Presiden RI terkait penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, yang disebutnya sebagai HPP tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Sepanjang sejarah, belum pernah HPP ditetapkan setinggi ini. Sebelumnya, harga gabah sering berada di kisaran Rp4.500 hingga Rp5.000, yang tentu memberatkan petani. Dengan HPP Rp6.500, petani kini memiliki kepastian dan keuntungan yang lebih layak,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan capaian Nilai Tukar Petani (NTP) NTB yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, NTP tercatat sebesar 123, yang berarti petani memperoleh keuntungan sekitar 23 persen dari modal yang dikeluarkan.

“Namun perkembangannya terus meningkat. Pada pertengahan tahun 2025, nilai tukar petani naik menjadi 128, dan di akhir tahun ini kembali meningkat menjadi 131. Artinya, jika dihitung secara sederhana, dari modal 100, petani bisa memperoleh hasil sekitar 131. Kenaikan ini terjadi karena biaya produksi semakin menurun,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, Danrem 162/WB Brigjen TNI Moch. Sjasul Arif, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha, Asisten Bidang Administrasi Umum Eva Dewiyani, Kepala Desa Banyu Urip, serta para penyuluh pertanian dan kelompok tani setempat. (r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI