BerandaBerandaPUPR akan Kembali Pasang Tanggul Sementara di Empat Titik Rawan Abrasi

PUPR akan Kembali Pasang Tanggul Sementara di Empat Titik Rawan Abrasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berencana kembali memasang tanggul sementara menggunakan batu bleder di empat titik pesisir yang rawan abrasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi cuaca ekstrem pada awal tahun.

Empat titik rawan abrasi tersebut berada di kawasan pesisir Lingkungan Pondok Perasi dan Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Selain itu, kawasan Lingkungan Mapak di Kelurahan Jempong Baru serta pesisir pantai Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, juga masuk dalam rencana penanganan.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan pemasangan kembali tanggul sementara ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, seperti gelombang pasang dan abrasi, yang kerap terjadi di wilayah pesisir.

“Pemasangan tanggul sementara ini untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di awal tahun di sekitar empat titik rawan abrasi. Untuk anggarannya masih dalam tahap pembahasan dari usulan kami, tetapi mudah-mudahan ada penambahan di detik-detik terakhir,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Lale menyebutkan, masing-masing titik pemasangan tanggul sementara diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Namun demikian, besaran anggaran tersebut masih bersifat estimasi karena masih dalam proses perhitungan lebih lanjut.

Menurutnya, selama pembangunan pemecah gelombang permanen yang direncanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan sebelumnya telah diusulkan belum terealisasi, Pemerintah Kota Mataram tetap mengalokasikan anggaran untuk penanganan darurat berskala kecil melalui pemasangan tanggul sementara.

“Selama pembangunan pemecah gelombang permanen belum dilaksanakan, kita tetap menganggarkan penanganan darurat. Namun tentu akan kita lihat mana yang paling urgen dari total sekitar 9 kilometer garis pantai di Kota Mataram,” jelasnya.

Ia mengakui, pengamanan kawasan pesisir pantai memang membutuhkan kesiapan anggaran dari pemerintah. Pasalnya, cuaca ekstrem seperti gelombang pasang yang dapat memicu banjir rob dan abrasi bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga diperlukan dana siaga untuk penanganan cepat.

Lale menambahkan, pengalaman pada awal tahun lalu, tepatnya sekitar Februari 2025, saat terjadi gelombang pasang yang menyebabkan abrasi di sejumlah kawasan di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela, menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat upaya mitigasi.

“Dari pengalaman tahun lalu itu, kita berupaya menyiapkan dana siaga terlebih dahulu agar ketika terjadi kejadian yang sifatnya mendesak dan darurat, bisa segera kita tangani,” pungkasnya. (pan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI