Mataram (globalfmlombok.com)-
Bank Indonesia kembali menggelar rangkaian kegiatan QRIS Jelajah Balinusra yang tahun ini diikuti sembilan tim terbaik dari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Setelah sebelumnya berpetualang di Bali, para peserta kini melanjutkan misi mereka di Pulau Lombok yang dikenal sebagai pulau seribu masjid. Salah satu titik utama kegiatannya di Desa Wisata Hijau Bilebante, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah, Kamis 2 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam memperkuat transformasi digital. QRIS tidak hanya diposisikan sebagai instrumen pembayaran praktis, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan desa wisata dan penguatan UMKM lokal.
Dengan adopsi QRIS, masyarakat dapat melayani wisatawan secara lebih cepat, aman, dan efisien. Sementara itu, UMKM memiliki peluang lebih luas untuk memperbesar pasar tanpa terkendala keterbatasan transaksi tunai.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas pemanfaatan QRIS di berbagai sektor ekonomi, mulai dari desa wisata, pasar tradisional, hingga sentra UMKM.
“Bank Indonesia meyakini bahwa melalui semangat dan komitmen yang kuat, generasi muda mampu menjadi pionir dalam memperluas literasi keuangan digital dan mendorong adopsi QRIS di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hario di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah.
Hario menambahkan, generasi muda Balinusra berperan penting sebagai motor penggerak transformasi digital sekaligus agen perubahan sosial-ekonomi. Peserta kompetisi tidak hanya ditantang untuk berinovasi, tetapi juga untuk menginternalisasi nilai kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan.
“Setiap ide yang lahir akan menjadi bagian dari inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Di NTB, Bank Indonesia mencatat sebanyak 499.365 pengguna QRIS dengan volume transaksi mencapai Rp30,87 juta dan jumlah merchant tercatat 386.132. Data ini menunjukkan penerimaan masyarakat yang semakin luas terhadap QRIS, sekaligus menegaskan perannya dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di daerah.(ris/r)


