BerandaBeranda2026, Pemkab Lotim Targetkan 72 Persen Jalan Mulus

2026, Pemkab Lotim Targetkan 72 Persen Jalan Mulus

Selong (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menargetkan peningkatan persentase jalan dalam kondisi mulus dari 69 persen menjadi 72 persen dari 2.118 kilometer (km) panjang jalan pada 2026. Target ini akan dicapai melalui proyek percepatan peningkatan jalan tahun jamak 2025-2026 dengan anggaran Rp250 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, H. Ahmad Dewanto Hadi, menjawab Suara NTB, Jumat (2/1/2025) menjelaskan, bahwa proyek tersebut akan menyentuh 48 ruas jalan dengan total panjang 165 kilometer. “Melalui proyek ini, diyakini persentase jalan mulus di Lotim bisa mencapai 72 persen. Sehingga seluruh pembangunan jalan yang tersisa tinggal 25-30 persen,” jelasnya.

Dari total anggaran Rp250 miliar, Dewanto menyebut belum semua terserap. Dari semua anggaran percepatan tersebut, masih tersisa senilai Rp21 miliar akan kembali ditenderkan. Ia mengakui, anggaran sebesar itu tidak mungkin untuk memperbaiki seluruh ruas, sehingga fokus diberikan pada ruas-ruas prioritas.

Dewanto juga mengungkapkan adanya pembaruan data panjang jalan di Lotim. Berdasarkan SK Bupati tahun 2024, panjang ruas jalan kini tercatat 2.118 kilometer, meningkat signifikan dari data sebelumnya 1.116 kilometer. Peningkatan data ini menjadi dasar pelaksanaan program percepatan peningkatan Jalan Kabupaten dan poros desa.

“Saat ini, 59 ruas sudah masuk tahap pelaksanaan, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2025 dan Perbup 3 Tahun 2025,” ujarnya.

Salah satu penanganan terbesar adalah pada Jalan Terara-Santong dengan panjang ruas 5,49 kilometer dan penanganan longsor sepanjang 4 kilometer, yang mendapat alokasi anggaran hingga Rp14 miliar. “Kondisi faktualnya membutuhkan penanganan yang mengharuskan alokasinya sangat besar, apalagi di wilayah yang masuk ke Bumiraja ini kondisinya sangat parah,” kata Dewanto.

Dinas PUPR Lotim juga menerapkan penambahan kualifikasi dalam pembangunan untuk meningkatkan mutu jalan, khususnya pada bahu jalan. “Kalau dulu bahu jalan hanya dibeton, sekarang fondasinya disamakan dengan pondasi hotmix. Ketahanannya mungkin bisa lebih lama,” terang Dewanto.

Dengan kualitas baru tersebut dan asumsi lalu lintas kendaraan yang normatif, dia memperkirakan umur pakai jalan bisa mencapai 10 hingga 15 tahun. “Mudah-mudahan pengawasan kita terhadap tonase kendaraan yang berlalu-lalang juga lebih kita perhatikan sehingga umur jalan lebih lama,” harapnya.

“Di akhir 2025 ini, kondisi suplai aspal di NTB rata-rata terbatas. Nanti akan mulai aktif di minggu memasuki minggu ke-2 bulan Januari. Suplai aspal sudah mulai banyak dan saya kira secara masif akan terlaksana secara keseluruhan,” pungkasnya.

Proyek ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Lombok Timur. (rus)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI