Selong (globalfmlombok.com) – Wakil Bupati Lotim, H. Moh. Edwin Hadiwijaya mengingatkan pemerintah desa agar terus berinovasi dalam menggali potensi Pendapatan Asli Desa (PADes). Kebijakan pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran saat ini menuntut pemerintah, termasuk pemerintah desa, untuk lebih kreatif dan mandiri dalam mengelola potensi yang tersedia di wilayah masing-masing.
Hal ini disampaikan Wabup saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lendang Nangka Utara, Rabu (2/9/2026). Salah satunya Desa Lendang Nangka Utara, kata Wabup, memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Sejumlah program pemerintah juga masuk ke wilayah tersebut, termasuk Program Desa Berdaya.
Potensi dan program yang ada diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan semata, tetapi dapat dikelola secara optimal sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah desa pun didorong untuk melihat potensi lokal sebagai sumber kekuatan ekonomi baru sekaligus memperkuat kemandirian desa.
Pemerintah Lotim juga terus mendorong pemutakhiran data desil masyarakat sebagai langkah memastikan berbagai program bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Wabup menjelaskan persoalan data desil yang belakangan menjadi perhatian dan ramai diperbincangkan. Menurutnya, data tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan sumber data berasal dari pencatatan masyarakat melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Pengelolaan data tersebut melibatkan operator hingga tingkat desa. Karena itu, Wabup meminta masyarakat memahami mekanisme pendataan sekaligus aktif memastikan data dirinya dan keluarganya sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Pemerintah desa harus memastikan data masyarakat yang tercatat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Wabup.
Menurut Edwin, akurasi data menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebijakan dan program perlindungan sosial. Data yang tidak mutakhir berpotensi membuat bantuan tidak tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kini terus menggencarkan program Perlinsos sebagai bagian dari upaya melakukan pemutakhiran dan pembaruan data masyarakat.
Melalui pemutakhiran tersebut, pemerintah berharap data penerima manfaat dapat semakin akurat sehingga berbagai program bantuan sosial dapat diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.
Wabup juga menjelaskan sejumlah program pemerintah lainnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, pemerintah memberikan dukungan terhadap kepesertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan. Pembiayaan kepesertaan masyarakat dilakukan melalui dukungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, termasuk menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD.
Sementara di bidang pendidikan, Pemkab Lombok Timur terus mendorong perluasan akses pendidikan melalui berbagai program, salah satunya Sekolah Rakyat yang mencakup jenjang SD hingga SMA.
Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga yang berada dalam kelompok desil 1 hingga desil 4. Dengan demikian, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Data desil menjadi penting karena sejumlah program pemerintah, termasuk intervensi pendidikan bagi keluarga kurang mampu, membutuhkan data yang akurat,” demikian jelasnya. (rus)


