Mataram (globalfmlombok.com) – Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengumpulkan seluruh Kepala Lingkungan (Kaling) dari 50 kelurahan se-Kota Mataram di Pendopo Wali Kota, Senin (1/9/2025). Pertemuan ini digelar sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah pascainsiden demonstrasi yang berujung Gedung DPRD Provinsi NTB terbakar, Sabtu (30/8/2025) lalu.
Dalam arahannya, Wali Kota Mataram menekankan pentingnya peran kepala lingkungan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban sosial dan mencegah potensi konflik di masyarakat.
“Kami minta para kaling menyampaikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Selain itu, pastikan warga tidak terlibat dalam aksi yang berpotensi anarkis,” ujar Mohan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan atau isu-isu yang bersifat destruktif, terutama yang tersebar melalui media sosial tanpa sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami percaya warga Kota Mataram merindukan suasana damai. Ini adalah upaya antisipatif kita bersama, karena menjaga situasi yang kondusif adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Gubernur NTB Turut Beri Arahan
Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, yang turut memberikan pengarahan langsung kepada seluruh Kepala Lingkungan. Ia meminta para kaling segera berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan patroli dan pengawasan di lingkungan masing-masing.
“Kami tidak akan membiarkan Wali Kota dan jajarannya bekerja sendiri dalam menjaga keamanan Kota Mataram. Keamanan adalah faktor utama pasca-pembakaran Gedung DPRD NTB agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” kata Gubernur Iqbal di hadapan para kaling.
Menurutnya, kepala lingkungan harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenangan warga.
“Kami juga mengimbau tokoh masyarakat, para ustaz, dan tokoh-tokoh lainnya untuk turut keliling menenangkan warga,” tambahnya.
Pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perangkat kelurahan untuk menyusun strategi pengamanan yang terpadu. Pemerintah Kota Mataram menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah cepat bila diperlukan. (pan)


