Pentingnya Rumah Ekspor untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekspor NTB

KPBI NTB Heru Saptaji saat berada di Bank Indonesia DI Yogyakarta (Global FM Lombok/ist)

Yogyakarta (Global FM Lombok)- Bank Indonesia Perwakilan NTB dan Pemprov NTB mendorong adanya Rumah Ekspor di Provinsi NTB. Hal ini sangat penting agar pengusaha hanya konsentrasi mengurus barang yang akan diekspor, sementara administrasi dan hal-hal teknis lainnya menjadi pekerjaan konsultan.

Seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) misalnya yang sudah memiliki Forum Komunikasi Ekspor melalui Jogja Business Service Center (JBSC). JBSC merupakan wadah yang memfasilitasi pelaku usaha di DIY untuk berkonsultasi mengenai permasalahan dan kendala terkait ekspor dan impor yang muncul dalam dunia usahanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Heru Saptaji bersama Dinas Perdagangan serta jurnalis dari Mataram berkunjung ke Bank Indonesia Perwakilan DIY untuk mengetahui lebih detil terkait dengan bagaimana ekspor dilakukan serta agar kegiatan ekspor lebih berkembang.

”Kedatangan kami ke Yogyakarta untuk melakukan sharing pengembangan ekspor dengan DIY yang sudah memiliki Forum Ekspor tersebut. ” kata Heru Saptaji pekan lalu.

Menurutnya saat ini sektor ekspor nontambang yang harus didorong di NTB dan selama beberapa tahun terakhir hal ini sudah dilakukan. Ada tujuh komoditas NTB yang diminta buyer luar negeri yaitu vanili ke Amerika, kopi robusta ke Italia, Kanada, Korsel, Arab Saudi, dan Turki. Ada juga komoditas sarang burung walet, ikan segar, rumput laut, mutiara, kerajinan ketak ke Mesir, Turki, dan Timur Tengah.

Dengan ada pengembangan ekspor ini tentulah akan mendung kemajuan daerah. Apalagi NTB masih punya pekerjaan rumah untuk menekan kemiskinan daerah. Dengan ini diharap bisa membantu mengurangi angka kemiskinan daerah.

”DIY punya pengalaman luar biasa dan memberikan inspirasi dalam meningkatkan kualitas ekspor. Forum ekspor yang memfasilitasi pengusaha untuk ekspor di DIY,” jelasnya.

Melihat hal ini bisa berkembang di DIY, maka Forum Ekspor NTB akan digagas untuk pelaku ekspor agar terbantu secara maksimal. Termasuk bisa mewujudkan Rumah Ekspor agar pengusaha cukup siapkan barang ekspor dan terbantukan bersama konsultan. ”Jadi  dengan adanya konsultan yang membantu surat dan keperluan dokumen perizinan ekspor barang tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Perdagangan DIY Syam Arjayanti mengatakan sebelumnya ekspor komoditas di DIY melalui Bali. Namun saat pandemi pengiriman ekspor lewat Bali juga sempat turun. ”Saat itu tim ekspor ditantang gubernur DIY untuk bisa langsung ekspor ke luar,” tuturnya.

Sehingga masa pandemi membawa cobaan, tapi juga membawa keuntungan yang bisa meningkatkan ekspor langsung DIY. ”Sekarang yang diekspor DIY ada 20 komoditas utama DIY,” ujarnya.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply