Banjir Lobar, Forum Wartawan Parlemen NTB Ikut Begerak

Bantuan bahan pokok dari FWP NTB diserahkan secara simbolis

Giri Menang (Global FM Lombok)- Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar merupakan daerah yang terparah terkena banjir dan tanah longsor di daerah ini. Ribuan rumah terendam banjir. Bahkan sebanyak lima korban jiwa dalam peristiwa banjir yang terjadi Senin awal pekan kemarin.

Global FM Lombok melihat dari dekat dampak banjir yang terjadi. Salah satunya di Dusun Barat Kubur, Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari. Situasi dan kondisi pasca banjir masih sangat memprihatinkan.

Sejumlah bangunan seperti tembok pembatas (pagar) maupun rumah warga telah jebol/runtuh akibat derasnya hantaman banjir. Bahkan kini mereka mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan dan memilih tetap bertahan dirumah masing-masing dengan kondisi seadanya.

Mirisnya lagi, di lingkungan ini cukup banyak anak-anak mulai dari usia balita bahkan 9-10 tahun. Para warga mengaku sangat khawatir dengan kondisi anak-anak mereka. Terutama kondisi akan kesehatan buah hati mereka. Sebab, situasi pasca banjir lingkungan yang kotor bahkan dingin tidak menutup kemungkinan timbulnya berbagai pernyakit.

Salah satunya seperti gatal-gatal ataupun demam. Oleh karenanya, merekapun sangat berharap adanya kehadiran/perhatian nyata dari semua pihak, khususnya pemerintah. Kepada wartawan, Iskandar (28) mengaku sangat membutuhkan adanya perhatian dan sentuhan nyata dari berbagai pihak.

Adapun kebutuhan yang paling mendesak dirasanya, yaitu seperti kelengkapan anak-anak atau bayi. “Yang paling kita butuhkan saat ini, baju, kasur/tikar dan makanan. Terutama kebutuhan anak-anak atau bayi,” ujarnya. “Seperti pampers, minyak telon, minyak kayu putih, dan obat-obatan. Bukan hanya kami, karena disini cukup banyak anak-anak,” imbuh Iskandar.

Dikesempatan itu, Iskandar bersama sang istri yang sedang menggendong buah hatinya juga sempat menunjukkan kondisi mereka. Bahkan tembok belakang rumah mereka tepatnya di bagian dapur, tembok runtuh. Untuk memasakpun mereka sudah tidak bisa.

Karena kelengkapan alat memasak sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, air sulitnya air bersih. Pasalnya, selain mesin air yang rusak, sumur yang adapun tidak lagi bisa digunakan. Ini dikarenakan air didalam sumur masih sangat kotor.

“Semua rusak (alat dapur), mau masak untuk makan juga sudah tidak bisa. Air bersih juga sangat sulit. Sumurnya masih kotor sekali,” kata ayah dua orang anak ini. “Mudah-mudahan (berbagai pihak) semuanya bisa tergerak hatinya mau menolong kami dan warga yang ada disini. Kami sangat butuh bantuan,” demikian ia menambahkan.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian nyata wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Parlemen (FWP) NTB juga menyalurkan berbagai bantuan di titik ini. Meski terbilang dengan bantuan tak seberapa, nampak warga setempat sangat senang dan berterimakasih atas bantuan yang disalurkan FWP.

Bantuan berupa makanan cepat saji, keperluan anak dan bayi, baju layak pakai dan air bersih, termasuk keperluan perempuan serta lain sebagainya. Ketua FWP NTB, Fahrul Mustofa mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian atau kepedulian nyata dari keluarga  besar FWP terhadap sesama.

“Mungkin bantuan dari kawan-kawan wartawan ini tidaklah seberapa, namun kami berharap semoga dapat bermanfaat,” ujar pria yang kerap disapa Arul ini singkat saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

Herianto selaku Pewakilan Warga setempat mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan dan kepedulian dari FWP. “Saya mewakili warga mengucapkan sangat berterimakasih atas bantuannya,” ucap Herianto dan diikuti oleh warga lainnya yang mendampingi saat menerima bantuan tersebut.

Sementara itu, Saeful Bahri selaku Sekretaris Desa Sesela yang juga turut hadir dalam kesempatan itu juga mengucapkan terimakasih kepada FWP. Dia menerangkan, bahwa untuk total keseluruhan warga yang ada di Dusun Barat Kubur itu sebanyak 247 KK. “Dan khusus di blok ini ada sekitar 15 KK dengan total 45 jiwa yang terdampak menjadi korban banjir,” ungkapnya.

Dia berharap, apa yang telah dilakukan oleh FWP dapat menjadi contoh atau motivasi bagi pihak lainnya untuk berlomba saling membantu satu sama lain. Terlebih, kata dia, dalam situasi dan kondisi saat ini. Menurutnya, warga yang menjadi korban banjir saat ini sangat membutuhkan perhatian. “Kami berharap, kita semua dapat melirik desa kita. Karena kondisi semua warga yang ada disini sangat memprihatinkan,” tutup Saeful Bahri.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply