Antisipasi Varian Delta Plus, Perilaku Prokes Masyarakat Jangan Kendor

Barcode yang dipasang untuk scan kode aplikasi PeduliLindungi di lobi utama Kantor Walikota Mataram/Global FM Lombok-Ris

Mataram (Global FM Lombok) – Varian Covid-19 jenis AY.4.2 atau Delta Plus dikabarkan telah sampai di Malaysia dan Singapura. Varian Covid ini disebut-sebut lebih ganas daripada Covid yang biasa. Karena itulah masyarakat diminta untuk tidak kendor dalam melaksanakan prokes, sebab Covid sudah bermutasi menjadi banyak varian yang harus diwaspadai oleh manusia.

Juru Bicara Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Rabu (24/11) kemarin mengatakan, pihaknya di Pemkot Mataram juga secara rutin melakukan patroli guna memantau aktivitas masyarakat. Jangan sampai karena kondisi pandemi sudah mulai melandai akan menyebabkan masyarakat mengabaikan prokes.

“Persoalan ada isu varian baru Covid yang sudah sampai Malaysia kalau tidak salah, kita sudah melakukan antisipasi juga dengan tetap menerapkan protokol Covid-19. Dimana kita tetap melaksanakan patroli-patroli rutin untuk mencegah kerumunan, mengurangi mobilitas dan menjaga jarak warga masyarakat yang beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Selanjutnya ia meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tamu di lingkup Pemkot Mataram tidak mengabaikan Barcode aplikasi PeduliLindungi yang sudah terpajang di Kantor Walikota Mataram.
Pengabaian terhadap aplikasi tersebut akan berdampak pada potensi penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran. Pol PP diharapkan mengawasi ASN dan tamu yang datang agar disiplin melakukan scan pedulilindungi. Pihaknya segera berkoordinasi dengan intansi terkait untuk bisa lebih mengawal keberadaan Barcode aplikasi PeduliLindungi di tiga pintu masuk Kantor Walikota tersebut. (Zainudin Syafari/ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply